Forum masyarakat kritis soroti kerugian negara sebesar Rp.263 juta di dinas perikanan Langkat.

- Penulis

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkat-tempo86.com

Badan pemeriksa keuangan perwakilan provinsi Sumatera Utara menemukan kerugian negara sebesar Rp.263.100.600 (Dua ratus enam puluh tiga  juta seratus ribu enam ratus rupiah) pada pekerjaan jasa konsultasi inventarisasi potensi wilayah pesisir yang di lakukan oleh dinas perikanan pada Tahun 2025,ujar ketua forum masyarakat kritis Ema Mahdalena,Senin (09/08/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil pemeriksaan atas dokumen KAK,kontrak, pertanggung jawaban dan laporan hasil pekerjaan,BPKP menemukan berbagai permasalahan di antaranya perencanaan dan persiapan pengadaan tidak sesuai dengan ketentuan, proses pengadaan langsung jasa konsultasi tidak sesuai dengan ketentuan,pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan surat perintah kerja (SPK) dan hasil pekerjaan tidak sesuai dengan output yang di rencanakan dan tidak dapat di gunakan sesuai dengan kebutuhan dinas perikanan.

Baca Juga:  AWI; Wartawan Juga Manusia, Ingin Dilayani Dan Di Hargai, Jangan Pilih Kasih Dan Jangan Memandang Rendah Profesi wartawan "

“Untuk pertama kali saya melihat ada Pekerjaan yang  anggaran nya sebesar Rp.298.001.700 tetapi kerugian nya Rp.263.100.600,”,ujar nya dengan nada heran.

Ema menilai setiap temuan yang berpotensi menimbulkan kerugian negara tidak boleh di pandang sebagai kesalahan administratif saja,melainkan harus di tindak lanjuti dengan penegakan hukum apalagi bila di temukan mens rea (niat jahat).

“Saya menduga kerugian negara ini bukan kelalaian,tetapi sebuah kesengajaan yang di lakukan oleh kepala dinas perikanan beserta PPK nya dalam memainkan anggaran.tapi naas nya ketahuan sama BPKP”,Tutup Ema.

Sementara itu eks kepala dinas T.M.Auzai yang sekarang menjabat sebagai staf ahli Bupati saat di minta konfirmasi nya melalui pesan WhatsApp sayang nya tidak menjawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tempo86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PMI Asal Indramayu Diduga Jadi Korban TPPO, Negara Harus Hadir Tangkap Dan Hukum Mati Yang Menjual Bangsa Sendiri
Proyek Pikir DPRD Kabupaten Indramayu Amburadul Dan Diduga Adanya jual Beli Proyek
Proyek Betonisasi Jalan Desa Karanganyar Yang Dikerjakan CV.Nanda Putra Diduga Asal Asalan.Tak Sesuai Spek,Baru Sehari Sudah Retak.
Mengantisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Mahasiswa KKN Unwir Kolaborasi Damkar Indramayu Mengudukasi Warga Sliyeg
Silaturahmi dengan Anggota DPRD Jabar, PPIB Utarakan Nasib Pedagang Sport Center Indramayu
Forum Dan Komunitas Pers di Indramayu Sebanyak 14 Ketua Organisasi Akan Selalu Solid di Bawah Naungan FKJI
Siap Perkuat Kaderisasi Dan Bersinergi Dengan Pembangunan Daerah, Secara Aklamasi! Ramadhan Listio Wimana Pimpin MPC.Pemuda Pancasila Kabupaten Indramayu,
Puncak Hari Koperasi ke-79 di Indramayu Meriah,Gelar Santunan Yatim Piatu Dan Jalan Santai Dengan Berbagai Hadiah.
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 10:20 WIB

PMI Asal Indramayu Diduga Jadi Korban TPPO, Negara Harus Hadir Tangkap Dan Hukum Mati Yang Menjual Bangsa Sendiri

Jumat, 11 September 2026 - 01:11 WIB

Proyek Pikir DPRD Kabupaten Indramayu Amburadul Dan Diduga Adanya jual Beli Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Proyek Betonisasi Jalan Desa Karanganyar Yang Dikerjakan CV.Nanda Putra Diduga Asal Asalan.Tak Sesuai Spek,Baru Sehari Sudah Retak.

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:41 WIB

Mengantisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Mahasiswa KKN Unwir Kolaborasi Damkar Indramayu Mengudukasi Warga Sliyeg

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Forum masyarakat kritis soroti kerugian negara sebesar Rp.263 juta di dinas perikanan Langkat.

Berita Terbaru