LSM BITRA Indonesia Audiensi ke DPRD Langkat, Dorong Pembangunan Irigasi di Secanggang

- Penulis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 03:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkat-Tempo86.co

LSM BITRA Indonesia bersama masyarakat dari Desa Kebun Kelapa, Desa Sei Ular, Desa Tanjung Ibus, dan Kelurahan Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Langkat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan infrastruktur irigasi di wilayah tersebut, Rabu (7/10/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Audiensi tersebut diterima langsung Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin Angin bersama anggota DPRD Langkat Sedarita Ginting, didampingi perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Langkat.

Dalam pertemuan itu, LSM BITRA Indonesia menyampaikan bahwa hamparan lahan persawahan seluas sekitar 1.080 hektare di empat wilayah tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Iswan Kaputra dari LSM BITRA Indonesia selaku pendamping masyarakat mengatakan, pembangunan irigasi sangat dibutuhkan mengingat lahan persawahan di wilayah tersebut saat ini belum mendapatkan dukungan sistem irigasi yang memadai.

Menurut Iswan, pihaknya sebelumnya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan dan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara terkait persoalan tersebut. Dari koordinasi itu, pihaknya diarahkan untuk berkoordinasi dengan Dinas PUTR Kabupaten Langkat.

“Persoalan irigasi ini sangat penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan produktivitas pertanian dan keberlanjutan lahan persawahan,” kata Iswan.

Sementara itu, warga Desa Kebun Kelapa, Sigit Pamungkas, mengatakan kebutuhan irigasi sangat mendesak karena saat ini petani hanya dapat melakukan penanaman padi satu kali dalam setahun.

Ia menyebutkan, produksi padi saat ini diperkirakan mencapai 5–6 ton dalam sekali panen. Namun, jika areal persawahan tersebut mendapatkan pasokan air melalui sistem irigasi yang memadai, produktivitas diyakini dapat meningkat.

Baca Juga:  Kapolsek Salapian Jadi Pembina Upacara di SMA Negeri 1 Salapian, Tekankan Disiplin dan Bahaya Narkoba

“Kalau areal persawahan ini dialiri irigasi, kami yakin hasil panen bisa mencapai 7 ton per hektare,” ujar Sigit.

Sigit juga mengkhawatirkan petani akan beralih fungsi lahan dengan menanam kelapa sawit apabila persoalan irigasi tidak segera ditangani.

“Kalau irigasi tidak terlaksana, kami khawatir petani akan beralih menanam kelapa sawit di areal persawahan ini,” katanya.

Dari pihak Dinas PUTR Kabupaten Langkat, disampaikan bahwa solusi jangka pendek yang dapat dilakukan adalah pembangunan pompa air. Satu unit pompa diperkirakan dapat mengairi sekitar 10 hektare lahan persawahan.

Sementara untuk pembangunan jaringan irigasi permanen dengan memanfaatkan sumber air dari Sungai Wampu, dibutuhkan anggaran yang cukup besar sehingga diperlukan perencanaan dan dukungan anggaran dari berbagai pihak.

Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin Angin menyambut baik aspirasi masyarakat dan mendukung rencana pembangunan infrastruktur irigasi di Desa Kebun Kelapa, Desa Sei Ular, Desa Tanjung Ibus, dan Kelurahan Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang.

“Kami akan berkoordinasi ke kementerian terkait di pusat,” ujar Sribana.

Anggota DPRD Langkat Sedarita Ginting mengatakan DPRD Langkat akan berupaya mendorong agar pembangunan infrastruktur irigasi tersebut dapat diusulkan dalam APBD Kabupaten Langkat Tahun Anggaran 2027.

“Selain dari APBD Kabupaten Langkat, proyek infrastruktur irigasi ini juga dapat bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara maupun dukungan pihak ketiga,” ungkapnya.

Dalam audiensi tersebut, LSM BITRA Indonesia juga menyerahkan desain rencana pembanguan infrastruktur irigasi kepada Ketua DPRD Langkat. Penyerahan desain itu menjadi bagian dari upaya mendorong percepatan pembangunan sistem irigasi yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Langkat.(Yanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tempo86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir
Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital
Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria
Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga
Masuki Tahap Ketiga Pilot Project, PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah
Pengukuran Terjadwal Jadi Cara Kementerian ATR/BPN Benahi Alur Kerja Petugas Ukur dan Edukasi Masyarakat
Pemerintah Bahas Kelembagaan BRAN, Perjelas Peran dan Pembagian Kewenangan dalam Reforma Agraria
Bicara dalam Banten Investment Forum 2026, Wamen ATR/Waka BPN: Kepastian Pertanahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project, PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Berita Terbaru