Plt. Bupati Langkat Tiorita Gerak Cepat Tangani Banjir Besitang, Bantuan dan Layanan Kesehatan Disalurkan

- Penulis

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkat -Tempo.com

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH, memastikan kebutuhan warga terdampak banjir di Kecamatan Besitang terpenuhi melalui koordinasi lintas sektor, evakuasi, penyaluran bantuan logistik, dan pelayanan kesehatan, Senin (12/10/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Langkat, banjir dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Besitang meluap hingga merendam sejumlah wilayah. Hujan deras juga meningkatkan debit dan derasnya arus Sungai Salapian, sehingga mengikis tanah penyangga jembatan di Desa Ujung Teran, Kecamatan Salapian.

 

Di Kecamatan Besitang, banjir merendam Desa Sekoci dengan ketinggian air mencapai 100–150 sentimeter, Desa Arasnapal 50–100 sentimeter, serta Kelurahan Kampung Lama 10–30 sentimeter. Sementara itu, di Kecamatan Salapian, dampak hujan deras terjadi pada tembok penahan tanah pondasi jembatan di Desa Ujung Teran.

 

Data sementara BPBD Langkat mencatat sebanyak 719 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Rinciannya, Dusun Sejambu sebanyak 220 KK, Dusun Sidodadi 240 KK, Dusun Pantai Pulau 75 KK, Dusun Suka Ramai 114 KK, dan Dusun Sekoci 70 KK. Hingga laporan disampaikan, belum terdapat korban jiwa.

 

Untuk mengamankan warga, pengungsian dibuka di empat lokasi, yakni Posko Dusun Sekoci dengan 40 KK, Posko Dusun Sidodadi 80 KK, Posko Dusun Suka Ramai 120 KK, dan Posko Dusun Sejambu 30 KK.

 

Selain itu, sekitar 300 warga Kelurahan Kampung Lama mengungsi di Masjid Raya Besitang, yang berada di depan Puskesmas Besitang. Sementara itu, sekitar 70 warga Desa Sekoci mengungsi di madrasah di Dusun Sekoci.

 

Berdasarkan hasil pantauan tim BPBD Langkat pada Senin (12/10/2026) sore, ketinggian air di Desa Sekoci mulai surut. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Langkat, Ansyari, menyampaikan bahwa perkembangan tersebut diketahui dari hasil pemantauan langsung tim di lapangan. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi dan memastikan keselamatan warga terdampak.

 

Dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Langkat berkoordinasi dengan pihak kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat untuk melakukan evakuasi, pendataan dampak bencana, serta penyaluran bantuan logistik. Personel juga disiagakan di Posko Pusdalops untuk memantau perkembangan situasi dan mendukung koordinasi antarinstansi.

Baca Juga:  Pelayanan Terbuka, Samsat Pati Serap Aspirasi Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

 

Dukungan logistik telah disalurkan secara bertahap. Pada Minggu (11/10/2026), tim BPBD Langkat memberikan bantuan berupa 10 kotak mi instan, sembilan karung beras, dan satu kotak minyak goreng untuk para pengungsi di Kecamatan Besitang.

 

Pada Senin (12/10/2026), tim BPBD kembali menyalurkan bantuan secara terpisah berupa 50 karung beras dan 50 kotak mi instan untuk pengungsi di Besitang.

 

Pada hari yang sama, bantuan logistik dari Dinas Sosial juga diserahkan kepada Camat Besitang. Bantuan tersebut terdiri atas 30 karung beras masing-masing seberat 10 kilogram, 30 kotak mi instan, 30 papan telur, 150 paket pakaian anak, 100 stel pakaian bayi, 200 potong pakaian dewasa, 75 selimut, 30 paket family kit, 30 paket kidsware, dua kotak makanan anak, tiga kotak makanan siap saji, 10 tenda gulung, dan dua unit tenda prisma.

 

Seluruh bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang masih berada di lokasi pengungsian.

 

Selain bantuan logistik, pelayanan kesehatan juga diberikan kepada warga terdampak. Puskesmas Besitang mengerahkan tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan secara bergerak (mobile) di sejumlah lokasi pengungsian, termasuk Masjid Raya Besitang dan madrasah di Desa Sekoci.

 

Berdasarkan pemeriksaan sementara, keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah batuk dan pilek. Namun, pelayanan kesehatan di Desa Sekoci masih menghadapi kendala distribusi obat karena akses jalan belum dapat dilalui akibat banjir. Untuk sementara, bidan Pustu yang bertugas di wilayah tersebut menggunakan persediaan obat yang tersedia di rumahnya.

 

Sebagian tenaga kesehatan di Besitang juga turut terdampak banjir. Meski demikian, pelayanan kepada masyarakat tetap diupayakan melalui pembagian tugas antara tenaga kesehatan di lapangan dan Puskesmas Besitang yang beroperasi selama 24 jam.

 

Pemerintah Kabupaten Langkat melalui BPBD, Dinas Sosial, jajaran kecamatan dan desa, serta tenaga kesehatan terus bersinergi untuk memastikan keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak hingga kondisi berangsur pulih. (Yanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tempo86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir
Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital
Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria
Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga
Masuki Tahap Ketiga Pilot Project, PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah
Pengukuran Terjadwal Jadi Cara Kementerian ATR/BPN Benahi Alur Kerja Petugas Ukur dan Edukasi Masyarakat
Pemerintah Bahas Kelembagaan BRAN, Perjelas Peran dan Pembagian Kewenangan dalam Reforma Agraria
Bicara dalam Banten Investment Forum 2026, Wamen ATR/Waka BPN: Kepastian Pertanahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project, PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Berita Terbaru