”Walikota Letnan Dalimunte Diminta Bersuara” Monopoli’ Dugaan Proyek Titipan di Dinas Pendidikan Padangsidimpuan

- Penulis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 03:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PADANGSIDIMPUAN (SUMUT) TEMPO86.Com// Aroma monopoli proyek tercium dari pelaksanaan kegiatan rehabilitasi sekolah dasar di Kota Padangsidimpuan.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Forum Anti Korupsi Padangsidimpuan menuding adanya praktik “proyek titipan” di lingkungan Dinas Pendidikan.

 

Adi Saputra, koordinator forum tersebut, menilai pekerjaan proyek sudah dikerjakan meski belum ada penetapan kontrak dan tanpa melalui tahapan pengadaan langsung di platform Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

 

“Jelas itu pelanggaran aturan dan bisa dikenakan sanksi berat, bahkan pidana,” kata Adi kepada Awak Media, Kamis, 21 Agustus 2025.

 

Adi menyebutkan dari 42 paket rehabilitasi bangunan sekolah masih tahapan upload dokumen di unit LPSE.

Dan ada tiga proyek rehabilitasi sekolah yang sudah kami peroleh foto dan videonya yang sudah selesai dikerjakan, yakni:

 

Rehabilitasi SDN 200402 Sabungan Jae, Jalan Ompu Juta Tunjuk.

Rehabilitasi SDN 200404 Pintu Langit.

Rehabilitasi SDN 200510 Desa Goti.

 

Hasil pemantauan di lapangan pada 13 sampai 14 Agustus 2025, kata Adi, menunjukkan progres pekerjaan sudah mencapai 85 persen.

 

Padahal, berdasarkan jadwal di Unit LPSE, penandatanganan kontrak baru berlangsung antara 6 sampai 13 Agustus 2025.

 

“Indikasi curi start sudah sangat nyata. Pekerjaan dimulai sebelum kontrak ditetapkan. Itu bukti adanya persekongkolan jahat atau monopoli proyek,” ujar Adi.

 

Menurut Adi, modus seperti ini bukan hal baru. Beberapa tahun terakhir, praktik “main proyek” dengan memanipulasi tahapan pengadaan kerap muncul di daerah-daerah.

Baca Juga:  Surat Konfirmasi Wartawan Berubah Jadi Pengaduan, Rahmad Sukendar: Jangan Kriminalisasi Kerja Jurnalistik!

 

Polanya serupa pekerjaan sudah digarap jauh sebelum Surat Perjanjian Mulai Kerja (SPMK) di tetapkan, sementara mekanisme formal sekadar formalitas.

 

“Kalau ini dibiarkan, Kota Padangsidimpuan akan terus jadi ladang bancakan anggaran pendidikan,” katanya.

 

Ia juga menduga ada unsur kesengajaan dari panitia pengadaan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), hingga pengguna anggaran.

 

“Kalau proyek sudah rampung dikerjakan tanpa surat perjanjian kontrak (SPK) , jelas ada permainan. Tidak mungkin pelaksana berani curi start tanpa restu pejabat terkait,” kata Adi.

 

Pada 19 Agustus 2025, Adi mengaku telah melayangkan surat laporan kepada Wali Kota Padangsidimpuan, Kepala Inspektorat, Kepala Bagian ULP, Kepala BPKAD, serta surat konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan, Rizki Hariri Hasibuan.

 

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi dari pihak-pihak terkait.

 

Sejumlah pengamat pengadaan barang dan jasa menilai dugaan monopoli proyek titipan ini harus segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. “Kalau dibiarkan, kepercayaan publik terhadap mekanisme Pengadaan proyek pemerintah akan runtuh.

 

Padahal anggaran pendidikan itu menyangkut masa depan anak-anak,” ujar seorang pengamat yang enggan disebutkan namanya.

 

Awak media masih berupaya menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Padangsidimpuan untuk meminta konfirmasi atas dugaan monopoli proyek tersebut.

 

(TGL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tempo86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Realisasikan Pengadaan Tanah untuk Infrastruktur dan Konsolidasi Tanah
Urus Peralihan Hak Sendiri, Pengurusan Sertipikat Tidak Seribet yang Dibayangkan
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
Di Ujung Indonesia, Pulau Kecil Terluar Dijaga dengan Kepastian Hukum Hak atas Tanah
Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan Ketika hendak mengurus layanan pertanahan
PELATARAN Jadi Solusi Warga Urus Layanan Pertanahan di Akhir Pekan
DPRD Langkat Ketok 13 Ranperda Masuk Propemperda 2027: Tata Niaga TBS dan Tenaga Kerja Lokal Jadi Sorotan.
Rapat Paripurna DPRD Langkat, 13 Ranperda 2027 Ditetapkan.
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Realisasikan Pengadaan Tanah untuk Infrastruktur dan Konsolidasi Tanah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Urus Peralihan Hak Sendiri, Pengurusan Sertipikat Tidak Seribet yang Dibayangkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:26 WIB

Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Di Ujung Indonesia, Pulau Kecil Terluar Dijaga dengan Kepastian Hukum Hak atas Tanah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:23 WIB

Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan Ketika hendak mengurus layanan pertanahan

Berita Terbaru