Kejati Riau Komitmen Pelestarian Lingkungan Di Sekitar TNTN.

- Penulis

Jumat, 4 Juli 2025 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DUMAI (RIAU) TEMPO86.COM//Komitmen pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan oleh masyarakat di sekitar Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Ketua Kelompok Tani Tani Maju, Suyadi, bersama para anggotanya di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, secara sukarela menyerahkan 311 hektare lahan kelapa sawit yang mereka kelola kepada negara.(03/07/2025).

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lahan tersebut berada di dalam kawasan TNTN dan selama ini ditanami sekitar 40 ribu batang kelapa sawit dengan usia tanaman bervariasi antara 1 hingga 15 tahun. Dalam langkah nyata memulihkan ekosistem hutan, para petani juga memulai proses pemusnahan pohon sawit secara bertahap.

 

“Maka pada hari ini, kita dan para petani di Kelompok Tani Maju dengan sukarela memusnahkan sawit dan akan menanam kembali tanaman hutan secara bertahap,” ujar Suyadi di hadapan jajaran Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH), Rabu (2/7).

 

Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Dansatgas PKH Brigjen TNI Dody Tri Winarto, Dirjen KSDAE KLHK Satyawan Pudyatmoko, Plt Sekda Provinsi Riau M Job Kurniawan, Kajati Riau Akmal Abbas, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Danrem 031/WB Brigjen TNI Sugiyono, serta sejumlah undangan lainnya.

 

Menurut Suyadi, hingga saat ini sudah 13 ribu batang sawit yang berhasil dimusnahkan. Selanjutnya, kawasan tersebut akan ditanami kembali dengan tanaman keras yang sesuai dengan fungsi hutan konservasi.

 

“Saya meminta kepada Bapak-bapak yang tergabung dalam Satgas PKH untuk kiranya dapat menanam pohon pada hari ini,” ajaknya.

 

Ia juga menyatakan kesediaannya untuk terus mengajak masyarakat lain yang berada di sekitar TNTN untuk mengikuti langkah serupa secara sukarela.

 

“Untuk itu kami mengucapkan terima kasih. Saya selaku pribadi dan bersama teman-teman akan mengajak warga yang ada di Tesso Nilo ini agar nantinya dengan sukarela kami akan menghadap kepada Satgas PKH,” tegasnya.

 

Wadansatgas PKH Brigjen TNI Dody Tri Winarto menyebutkan, langkah ini merupakan bagian dari reforestasi guna pemulihan kawasan hutan yang terus digencarkan Satgas PKH. Total lahan yang sudah dikembalikan secara sukarela mencapai 712 hektare.

Baca Juga:  𝐊𝐋𝐀𝐑𝐈𝐅𝐈𝐊𝐀𝐒𝐈/𝐒𝐀𝐍𝐆𝐊𝐀𝐋 𝐏𝐄𝐌𝐁𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀𝐀𝐍, 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐮𝐧𝐠𝐠𝐚𝐡 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐚𝐤𝐮𝐧 𝐆𝐌𝐀𝐒 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐭𝐞𝐫𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥 𝟏𝟑 𝐌𝐞𝐢 𝟐𝟎𝟐𝟔 𝐭𝐞𝐫𝐤𝐚𝐢𝐭 𝐊𝐚𝐝𝐞𝐬 𝐓𝐚𝐧𝐣𝐮𝐧𝐠 𝐈𝐛𝐮𝐬 𝐝𝐢 𝐝𝐮𝐠𝐚 𝐣𝐮𝐚𝐥 𝐛𝐞𝐥𝐢 𝐓𝐚𝐧𝐚𝐡 𝐃𝐀𝐒 𝐝𝐢 𝐃𝐞𝐬𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐣𝐮𝐧𝐠 𝐈𝐛𝐮𝐬, 𝐊𝐞𝐜.𝐒𝐞𝐜𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐧𝐠.

 

“Kegiatan hari ini ada 311 hektare. Yang pertama 401 hektare. Jadi ada kurang lebih 712 hektare yang sudah terverifikasi. Sudah kita cek surat-suratnya, petanya di mana, tempatnya di mana. Yang penting, kita prioritaskan yang di dalam TNTN,” jelasnya.

 

Ia menekankan pentingnya fokus pada kawasan yang benar-benar berada dalam TNTN, agar masyarakat tidak salah paham.

 

“Yang perlu kita perhatikan dan carikan solusinya adalah seluruh penduduk masyarakat yang hidup di dalam TNTN. Target kita terus, minimal sampai 50-70 persen lahan sawit yang ada di dalam, pelan-pelan diserahkan secara nyata oleh masyarakat kepada negara,” papar Jenderal TNI bintang satu tersebut.

 

Selanjutnya, lahan-lahan yang telah dikembalikan akan dipulihkan dengan penanaman kembali pohon hutan sesuai peruntukannya. Satgas PKH juga akan melibatkan para pemilik lahan dalam proses ini.

 

“Kita minta tanggung jawab kepada pemilik lahan untuk menyelesaikan sebatas kemampuannya,” tambah Brigjen Dody.

 

Ia menegaskan bahwa pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas utama. Sanksi pidana hanya akan digunakan sebagai upaya terakhir. “Ultimum remedium yang kita laksanakan. Pidana itu adalah pilihan terakhir. Apabila bisa diajak kerja sama, dihimbau, insya Allah bisa menyerahkan kepada negara, semuanya akan bisa lebih baik,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu, Brigjen Dody juga berharap kegiatan ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat lain untuk turut berkontribusi menyelamatkan TNTN. “Dalam waktu dekat kita juga akan terus melakukan kegiatan ini sambil memberikan pemahaman kepada yang lain, bahwa Satgas PKH bersama Forkompinda tidak punya pilihan selain harus maju terus untuk menyelesaikan TNTN. Ini adalah tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

(R Manulang,)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tempo86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir
Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital
Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria
Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga
Masuki Tahap Ketiga Pilot Project, PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah
Pengukuran Terjadwal Jadi Cara Kementerian ATR/BPN Benahi Alur Kerja Petugas Ukur dan Edukasi Masyarakat
Pemerintah Bahas Kelembagaan BRAN, Perjelas Peran dan Pembagian Kewenangan dalam Reforma Agraria
Bicara dalam Banten Investment Forum 2026, Wamen ATR/Waka BPN: Kepastian Pertanahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project, PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Berita Terbaru