Dugaan Korupsi Alat Medis MOT Di RSUD Kota Dumai, Para Saksi Akan Kembali Di Periksa

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TEMPO86.com_, DUMAI, Kasus dugaan tindak pidana korupsi di Rumah Sakit Umum Daerah Dumai dengan melibatkan beberapa oknum petingginya,kini Masih dalam peyidikan, Para saksi akan kembali di periksa

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara ditaksir hingga mencapai miliaran rupiah sudah berjalan enam bulan, semua saksi yang terlibat dalam pengadaan lelang proyek baik panitia lelang maupun rekanan sudah dilakukan pemeriksaan bahkan, pihak penyidik telah melakukan ekpose perkara di Kejaksaan Tinggi Riau.

 

Kepala Kejaksaan Negeri Dumai Pri Wijeksono, SH MH, melalui Kasie Intel, Carles Aprianto SH MH, kepada media menjelaskan, jika penyidik Kejaksaan Negeri Dumai, akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap saksi.

 

“Untuk memenuhi keterangan dan melengkapi alat bukti, seluruh saksi yang terkait akan kembali kami periksa,” ungkap Carles Aprianto SH MH, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga:  DPRD Langkat gelar rapat Paripurna pembentukan Pansus Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah

 

Sebagaimana diketahui, kasus dugaan korupsi pengadaan alat medis jenis MOT (Moduler Operation Theater ) yang sempat menghebohkan masyarakat Dumai, hingga kini masih menunggu petunjuk khusus soal dugaan korupsinya dari Kejagung.

 

Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Dumai, Pri Wijeksono, SH kepada media melalui jaringan selularnya, Rabu (21/01) lalu.

 

Menurut Pri Wijeksono, Petunjuk khusus dari Kejagung tersebut karena adanya perubahan KUHP baru, sehinga pihaknya menunggu petunjuk soal dugaan korupsi perkara tersebut.

 

*Karena perubahan KUHP dan KUHAP, jadi nanti ada petunjuk khusus mengenai pelaksanaan perkara korupsinya, mudah mudahan bisa cepatlah pak Masih menunggu dari kejagung pak, karena perubahan KUHP dan KUHAP,” ungkap Pri Wijeksono.

 

(R.Manullang)#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tempo86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Upacara HUT RI berpindah ke museum Tanjung pura,ini kata camat Reza.
𝐑𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐛𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭, 𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐀𝐧𝐭𝐨𝐧 𝐃𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐧𝐲𝐚𝐥𝐮𝐫𝐚𝐧 𝟏𝟔𝟎𝟎 𝐓𝐨𝐧 𝐁𝐞𝐫𝐚𝐬 𝐓𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐒𝐚𝐬𝐚𝐫𝐚𝐧.
Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat
Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah
Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional
Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat
Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari
Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Upacara HUT RI berpindah ke museum Tanjung pura,ini kata camat Reza.

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:45 WIB

𝐑𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐛𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭, 𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐀𝐧𝐭𝐨𝐧 𝐃𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐧𝐲𝐚𝐥𝐮𝐫𝐚𝐧 𝟏𝟔𝟎𝟎 𝐓𝐨𝐧 𝐁𝐞𝐫𝐚𝐬 𝐓𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐒𝐚𝐬𝐚𝐫𝐚𝐧.

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:44 WIB

Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:42 WIB

Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:41 WIB

Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Berita Terbaru

Uncategorized

Upacara HUT RI berpindah ke museum Tanjung pura,ini kata camat Reza.

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:22 WIB