
Langkat-Tempo86.com
Dana desa Tahun 2026 rata-rata di pangkas hingga 70%,yang awal nya milyaran rupiah menyusut menjadi sekitar Rp.300 an juta.Tentunya dengan menyusut nya dana desa mengancam program-program pemerintahan desa seperti program penanggulangan kemiskinan ekstrim, stunting dan pembangunan infrastruktur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
walaupun dana desa di pangkas program-program titipan “langit tetap eksis seperti pengadaan Videotron sebesar Rp.40 an juta, program pelatihan trauma healing pasca bencana berbasis komunitas dengan anggaran sebesar Rp.10 juta dan program sosialisasi dengan anggaran sebesar Rp.50 juta.
Dari Tiga program yang tidak masuk dalam rencana kerja pemerintah Desa (RKPDes) tersebut,Dua di antaranya sudah selesai di kerjakan yaitu pengadaan Videotron dan program pelatihan.
Sedangkan satu program lagi belum di kerjakan,yang menarik program yang satu ini anggaran nya cukup besar tetapi jenis kegiatan nya dan kapan di laksanakan belum di ketahui.walaupun begitu sebagian kepala desa sudah membayarkan panjar (uang muka) sebesar Rp.25 juta.
Salah seorang kepala desa yang nama nya tidak ingin di tulis mengatakan,APDESI meminta kepala desa untuk membuat anggaran sebesar Rp.50 juta untuk kegiatan.
“kalau kegiatan kita yang buat,Rp.20 juta di bayar kan kepada APDESI sedangkan Rp.30 Juta untuk kegiatan.tetapi kalau APDESI yang buat kegiatan kita wajib nyetor Rp.50 juta dan kepala desa dapat cash back 10% atau Rp.5 juta”,kata kades tersebut.
kepala dinas pemberdayaan masyarakat desa Robby deritawan Sitepu yang di minta konfirmasi nya,Rabu (22/07/2026) melalui pesan WhatsApp sayangnya tidak menjawab.
Sementara itu ketua DPC APDESI Kabupaten Langkat Hasan Basri yang juga di konfirmasi via pesan WhatsApp juga tidak mendapat respon,hanya terlihat centang satu.(Yanto)








