Sorotan Publik : Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di SMA Negeri 3 Tambusai Utara

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TEMPO86.com_, ROKAN HULU, Dugaan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang tidak transparan kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada SMA Negeri 3 Tambusai Utara.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun mengantongi anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana hingga ratusan juta rupiah, kondisi fisik sekolah dilaporkan sangat jauh dari kata layak.

 

Anggaran Fantastis di Tahun 2024 dan 2025, Berdasarkan data yang dihimpun, alokasi dana BOS khusus untuk komponen pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah tersebut menunjukkan angka yang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir:

 

Tahun Anggaran 2024:

Tahap 1: Rp59.896.000

Tahap 2: Rp139.000.000

Total 2024: Rp198.896.000

 

Tahun Anggaran 2025:

Tahap 1: Rp82.275.000

Tahap 2: Rp132.275.000

Total 2025: Rp214.550.000

 

Jika diakumulasikan, dalam kurun waktu dua tahun, tersedia dana lebih dari Rp400 juta yang seharusnya dikucurkan untuk perbaikan dan perawatan fasilitas sekolah.

 

Realisasi di Lapangan: Gerbang Diganjal Batu, Plafon Hancur. Namun, fakta di lapangan justru berbanding terbalik dengan besarnya anggaran yang tertulis di atas kertas.

 

Implementasi dana BOS di SMA Negeri 3 Tambusai Utara diduga kuat tidak tepat sasaran. Kondisi infrastruktur sekolah tampak terbengkalai. Beberapa temuan mencolok di antaranya :

Pintu gerbang sekolah yang seharusnya menjadi simbol keamanan dan estetika justru harus diganjal menggunakan batu agar tetap berdiri atau berfungsi.

 

Kerusakan Bangunan: Semen cor-coran di pinggiran bangunan sekolah sudah hancur dan rontok, menunjukkan kurangnya perawatan berkala.

 

Plafon Ruangan: Setidaknya terdapat beberapa titik plafon yang dikategorikan rusak.

 

Pertanyaan Besar Masyarakat

Kesenjangan antara besarnya dana yang dicairkan dengan kondisi riil di sekolah menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat dan wali murid.

 

“Apakah dana sebesar itu tidak mampu untuk sekadar memperbaiki gerbang atau menambal plafon yang rusak?” ungkap salah satu pengamat pendidikan setempat yang enggan disebutkan namanya.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak SMA Negeri 3 Tambusai Utara belum memberikan keterangan resmi terkait rincian penggunaan dana BOS pada komponen sarana dan prasarana tersebut.

 

Masyarakat mendesak pihak Dinas Pendidikan dan instansi terkait untuk segera melakukan audit dan turun ke lokasi guna memastikan tidak adanya praktik penyelewengan dana negara.

 

Catatan Penulis: Berita ini memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak Kepala Sekolah atau Bendahara BOS SMA Negeri 3 Tambusai Utara untuk keberimbangan informasi.

 

 ( M.Taufik )#

Baca Juga:  Tasyakuran Penyelenggaraan Haji 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tempo86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir
Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital
Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria
Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga
Masuki Tahap Ketiga Pilot Project, PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah
Pengukuran Terjadwal Jadi Cara Kementerian ATR/BPN Benahi Alur Kerja Petugas Ukur dan Edukasi Masyarakat
Pemerintah Bahas Kelembagaan BRAN, Perjelas Peran dan Pembagian Kewenangan dalam Reforma Agraria
Bicara dalam Banten Investment Forum 2026, Wamen ATR/Waka BPN: Kepastian Pertanahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi
Berita ini 201 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project, PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Berita Terbaru