Proyek Betonisasi Jalan Desa Karanganyar Yang Dikerjakan CV.Nanda Putra Diduga Asal Asalan.Tak Sesuai Spek,Baru Sehari Sudah Retak.

- Penulis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu – Tempi86. com,

Proyek rehabilitasi betonisasi Jalan Desa Karanganyar, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, yang dikerjakan CV Nanda Putra melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu dengan anggaran APBD Tahun 2026 sebesar Rp198.875.000, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis sehingga memunculkan indikasi penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara apabila terbukti.

Sorotan muncul setelah hasil pantauan awak media pada Kamis (30/7/2026) menemukan permukaan beton di sepanjang ruas jalan mengalami retak-retak, baik memanjang maupun melintang, padahal pekerjaan pengecoran baru dilaksanakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut dinilai tidak lazim dan memunculkan dugaan bahwa proses pekerjaan tidak dilaksanakan sesuai standar operasional maupun spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak pekerjaan.

Selain retaknya permukaan beton, warga juga menyoroti pemasangan papan bekisting yang diduga dipendam ke dalam tanah. Cara tersebut dikhawatirkan mengurangi ketebalan beton sehingga volume pekerjaan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun gambar kerja.

Sejumlah warga meminta Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan, volume beton, hingga penggunaan anggaran proyek.

Baca Juga:  Apel Pagi: Kantor Pertanahan Kota Semarang Tegaskan Komitmen Layanan Berkualitas dan Sesuai SOP

Di lokasi proyek, seorang pekerja mengaku terdapat pengurangan ketebalan pengecoran sekitar 2 hingga 3 sentimeter. Pernyataan tersebut semakin memperkuat dugaan adanya ketidaksesuaian volume pekerjaan yang perlu dibuktikan melalui audit teknis.

Menurut pemerhati pembangunan indramayu, yudo anggoro yang juga mantan kontraktor nasioanal menjelaskan, apabila benar terjadi pengurangan ketebalan rata-rata 2 sentimeter pada jalan sepanjang 170 meter dengan lebar 3,5 meter, maka terdapat selisih volume sekitar 11,9 meter kubik beton. Menurutnya, apabila hasil pengukuran resmi nantinya membuktikan adanya kekurangan volume, maka kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.

Dia berharap Dinas PUPR Kabupaten Indramayu tidak menutup mata terhadap dugaan tersebut dan segera melakukan uji mutu beton, pengukuran ulang volume pekerjaan, serta mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran kontrak.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Nanda Putra maupun Dinas PUPR Kabupaten Indramayu belum dapat dihubungi.

Tmp86/sucipto/red.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tempo86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PMI Asal Indramayu Diduga Jadi Korban TPPO, Negara Harus Hadir Tangkap Dan Hukum Mati Yang Menjual Bangsa Sendiri
Proyek Pikir DPRD Kabupaten Indramayu Amburadul Dan Diduga Adanya jual Beli Proyek
Mengantisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Mahasiswa KKN Unwir Kolaborasi Damkar Indramayu Mengudukasi Warga Sliyeg
Forum masyarakat kritis soroti kerugian negara sebesar Rp.263 juta di dinas perikanan Langkat.
Silaturahmi dengan Anggota DPRD Jabar, PPIB Utarakan Nasib Pedagang Sport Center Indramayu
Forum Dan Komunitas Pers di Indramayu Sebanyak 14 Ketua Organisasi Akan Selalu Solid di Bawah Naungan FKJI
Siap Perkuat Kaderisasi Dan Bersinergi Dengan Pembangunan Daerah, Secara Aklamasi! Ramadhan Listio Wimana Pimpin MPC.Pemuda Pancasila Kabupaten Indramayu,
Puncak Hari Koperasi ke-79 di Indramayu Meriah,Gelar Santunan Yatim Piatu Dan Jalan Santai Dengan Berbagai Hadiah.
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 10:20 WIB

PMI Asal Indramayu Diduga Jadi Korban TPPO, Negara Harus Hadir Tangkap Dan Hukum Mati Yang Menjual Bangsa Sendiri

Jumat, 11 September 2026 - 01:11 WIB

Proyek Pikir DPRD Kabupaten Indramayu Amburadul Dan Diduga Adanya jual Beli Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Proyek Betonisasi Jalan Desa Karanganyar Yang Dikerjakan CV.Nanda Putra Diduga Asal Asalan.Tak Sesuai Spek,Baru Sehari Sudah Retak.

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:41 WIB

Mengantisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Mahasiswa KKN Unwir Kolaborasi Damkar Indramayu Mengudukasi Warga Sliyeg

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Forum masyarakat kritis soroti kerugian negara sebesar Rp.263 juta di dinas perikanan Langkat.

Berita Terbaru