Proyek Pikir DPRD Kabupaten Indramayu Amburadul Dan Diduga Adanya jual Beli Proyek

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 01:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu – Tempo86. com,
Buruknya Kualitas pekerjaan fisik yang bersumber dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Indramayu mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, amburadulnya pengerjaan proyek di lapangan diduga kuat memicu munculnya praktik transaksional antara oknum anggota legislatif dan pihak ketiga. Rabu (9/9/2026).

Tokoh masyarakat Indramayu Barat, Taufik, mengungkapkan adanya dugaan praktik jual beli proyek aspirasi tersebut. Ia mengklaim menemukan fakta bahwa sejumlah paket pekerjaan Pokir diduga telah dikomersialkan, bahkan untuk alokasi anggaran tahun mendatang.

Taufik menegaskan, Pokir merupakan instrumen resmi untuk menyerap aspirasi masyarakat hasil reses, bukan jatah pribadi anggota dewan. Praktik komersialisasi proyek ini dinilai melanggar aturan perundang-undangan dan berpotensi masuk dalam ranah tindak pidana korupsi, suap, atau gratifikasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengingatkan ancaman sanksi pidana dan etik bagi pihak-pihak yang terlibat, mulai dari pemeriksaan penegak hukum hingga pemberhentian dari jabatan legislatif. Selain itu, kegiatan fisik yang terbukti lahir dari proses transaksional berisiko dibatalkan dan merugikan masyarakat.

Sorotan publik ini sejalan dengan temuan dugaan pengerjaan proyek jalan desa di Kecamatan Sliyeg yang disinyalir tidak sesuai spesifikasi teknis. Lapisan dasar material hingga ketebalan cor beton di lokasi tersebut diduga tidak memenuhi ketentuan Rencana Anggaran Biaya (RAB)

.
Seorang warga setempat mengungkapkan proses pengecoran jalan bahkan dilakukan pada malam hari dengan penerangan seadanya tanpa papan informasi proyek. Warga berharap pihak dinas terkait dan pengawas lapangan bertindak tegas dengan menunda pembayaran sebelum dilakukan kroscek ulang.

Baca Juga:  " Dalam Rangka Hari Amal Bhakti Ke 80 Kemenag Kabupten Indramayu Mengadakan Nikah Masal Kerjasama Dengan PC. APRI ( Asosiasi Penghulu Republik Indramayu) "

Dugaan praktik jual beli ini dikuatkan oleh pengakuan seorang warga Indramayu berinisial NR (53). Ia mengaku pernah diminta menyetorkan uang muka sebesar Rp34 juta atau sekitar 17 persen untuk mendapatkan pekerjaan Pokir senilai Rp200 juta.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Warung Nusantara 88 (WN 88) Indramayu, Ahmad Nur Irsyad, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas rumor komersialisasi Pokir ini. Menurutnya, pemotongan anggaran di awal berpotensi besar menurunkan kualitas dan volume pekerjaan proyek fisik di lapangan.

Di sisi lain, tokoh pemuda Indramayu, Tomsus, turut menyoroti efektivitas dan penggunaan anggaran kegiatan reses DPRD Indramayu. Ia meminta kenaikan alokasi dana reses yang mencapai miliaran rupiah pada tahun 2026 diawasi secara ketat agar tidak memicu penyalahgunaan anggaran.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pejabat terkait di lingkungan Pemkab dan DPRD Indramayu. Namun, Plt Sekretaris DPRD Kabupaten Indramayu, Ja’far Abdullah, belum memberikan tanggapan resmi mengenai persoalan ini.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu, Arya Tenggara, saat dikonfirmasi via pesan singkat oleh Tim wartawan hanya memberikan jawaban ringkas terkait rincian data program tersebut. “Wa’alaikumsalam, data ada di Bappeda, Kang,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Indramayu belum memberikan penjelasan menyeluruh terkait temuan pengerjaan proyek di lapangan maupun dugaan praktik transaksional Pokir tersebut.

Tmp86/sucipto/red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tempo86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PMI Asal Indramayu Diduga Jadi Korban TPPO, Negara Harus Hadir Tangkap Dan Hukum Mati Yang Menjual Bangsa Sendiri
Proyek Betonisasi Jalan Desa Karanganyar Yang Dikerjakan CV.Nanda Putra Diduga Asal Asalan.Tak Sesuai Spek,Baru Sehari Sudah Retak.
Mengantisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Mahasiswa KKN Unwir Kolaborasi Damkar Indramayu Mengudukasi Warga Sliyeg
Forum masyarakat kritis soroti kerugian negara sebesar Rp.263 juta di dinas perikanan Langkat.
Silaturahmi dengan Anggota DPRD Jabar, PPIB Utarakan Nasib Pedagang Sport Center Indramayu
Forum Dan Komunitas Pers di Indramayu Sebanyak 14 Ketua Organisasi Akan Selalu Solid di Bawah Naungan FKJI
Siap Perkuat Kaderisasi Dan Bersinergi Dengan Pembangunan Daerah, Secara Aklamasi! Ramadhan Listio Wimana Pimpin MPC.Pemuda Pancasila Kabupaten Indramayu,
Puncak Hari Koperasi ke-79 di Indramayu Meriah,Gelar Santunan Yatim Piatu Dan Jalan Santai Dengan Berbagai Hadiah.
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 01:11 WIB

Proyek Pikir DPRD Kabupaten Indramayu Amburadul Dan Diduga Adanya jual Beli Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Proyek Betonisasi Jalan Desa Karanganyar Yang Dikerjakan CV.Nanda Putra Diduga Asal Asalan.Tak Sesuai Spek,Baru Sehari Sudah Retak.

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:41 WIB

Mengantisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Mahasiswa KKN Unwir Kolaborasi Damkar Indramayu Mengudukasi Warga Sliyeg

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Forum masyarakat kritis soroti kerugian negara sebesar Rp.263 juta di dinas perikanan Langkat.

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Silaturahmi dengan Anggota DPRD Jabar, PPIB Utarakan Nasib Pedagang Sport Center Indramayu

Berita Terbaru

Uncategorized

Reses Aga Satria Purba Serap Aspirasi Warga Kampung Lama Besitang

Sabtu, 12 Sep 2026 - 13:24 WIB