TEMPO86.com_, PADANGSIDIMPUAN, Pemerintah Kota Padangsidimpuan mulai mengembangkan komoditas bawang merah sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan laju inflasi daerah. Tahun ini, areal tanam bawang merah seluas 5 hektare mulai digarap di tiga desa dengan menggunakan varietas unggulan Bima Brebes.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan, Edi Darmawan, mengatakan pengembangan bawang merah tersebut dilakukan melalui kelompok tani di Desa Simatohir, Desa Mompang, dan Desa Batu Layan. Masing-masing desa mendapat alokasi lahan tanam 2 hektare, 2 hektare, dan 1 hektare.
Menurut Edi, bibit yang digunakan berasal dari bantuan Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan dan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara. Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan komoditas yang selama ini menjadi salah satu penyumbang inflasi pangan.
“Bawang merah merupakan komoditas strategis yang sangat memengaruhi pergerakan harga kebutuhan pokok. Karena itu, peningkatan produksi lokal menjadi langkah penting untuk menjaga kestabilan harga di pasar,” kata Edi, Rabu, 3 Juni 2026.
Data Dinas Pertanian menunjukkan tren produksi bawang merah di Padangsidimpuan dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat. Kondisi agroklimat yang mendukung membuat komoditas tersebut dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan bagi petani.
Selain memperkuat ketahanan pangan, pengembangan bawang merah juga menjadi bagian dari program Pemerintah Kota Padangsidimpuan di bawah kepemimpinan Wali Kota Letnan Dalimunthe untuk mendorong kemandirian pasokan bahan pangan pokok.
Edi menilai peluang pengembangan bawang merah di daerah itu masih terbuka lebar. Jika program berjalan sesuai target, Padangsidimpuan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, tetapi juga berpotensi menjadi daerah pemasok bagi wilayah sekitarnya.
“Potensinya sangat baik. Produksi terus meningkat dan minat petani untuk mengembangkan bawang merah juga semakin tinggi. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat sektor pertanian daerah,” ujarnya.
Pemerintah Kota Padangsidimpuan menargetkan program tersebut berlanjut dalam beberapa tahun mendatang. Melalui perluasan areal tanam dan penguatan pendampingan kepada kelompok tani, pemerintah berharap kota itu dapat berkembang menjadi salah satu sentra bawang merah baru di Sumatera Utara.
Di tengah tantangan fluktuasi harga pangan nasional, langkah memperkuat produksi lokal dinilai menjadi salah satu strategi paling realistis untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
#(TGL) #








