Tahun Ini Kuota Pupuk Subsidi di Toba Dilipatgandakan

- Penulis

Jumat, 14 Juni 2024 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

 

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

TEMPO86.COM //BALIGE TOBA (SUMUT)–Setelah Pemerintah Kabupaten Toba berkonsultasi ke Kemendes RI, penggunaan Dana Desa untuk program ketahanan pangan, termasuk pengadaan pupuk kimia akhirnya dapat dijalankan. Dampak dari penegasan alokasi prioritas Dana Desa ini, sebanyak 165 Kepala Keluarga masyarakat Desa Doloksaribu Janji Matogu, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba menerima bantuan pupuk dari pemerintah yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2024.

 

Adapun jenis pupuk yang diterima oleh warga adalah jenis pupuk Super-Vit dan SS. Masing-masing keluarga menerima 1 zak SS kemasan 50 kg dan 37 bungkus Super-Vit kemasan 1 kg. Di Desa Sigaol Timur yang juga ada di Kecamatan Uluan juga mendapat bantuan pupuk yang juga bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2024. Di desa ini, pupuk yang diserahkan adalah urea sebanyak 1,5 zak per rumah tangga kemasan 50 K

kg untuk 172 Kepala Keluarga.

 

Penyerahan bantuan ketahanan pangan berupa pupuk ini diserahkan langsung oleh Bupati Toba, Poltak Sitorus di dua desa tersebut pada Jumat (14/06/2024).

 

Dalam arahannya saat menyerahkan pupuk tersebut, Bupati Poltak Sitorus mengakui bahwa salah satu kendala para petani adalah kelangkaan pupuk subsidi.

 

“Jadi mari kita sampaikan terima kasih kepada Kepala Desa karena telah memikirkan rakyatnya,” tuturnya mengawali sambutannya.

 

Dirinya meminta agar pupuk yang diterima warga dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Poltak Sitorus juga menyarankan agar warga tidak tergantung pada pupuk kimia dan tetap menggunakan pupuk kompos.

Baca Juga:  Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang Dampingi Kakanwil BPN Provinsi Jawa Tengah Kunjungan ke Pondok Pesantren Girikusumo, Jalin Silaturahmi dan Sukseskan Program Pensertipikatan Tanah Wakaf

 

“Sekarang kita berikan pupuk kimia, tetapi sampai kapan kita pakai pupuk kimia? Kita jangan tergantung dengan ini, jadi harus kita campur dengan pupuk organik juga,” sarannya.

 

Meski demikan, Poltak Sitorus juga terus memperjuangkan penambahan kuota pupuk subsidi di Kabupaten Toba.

 

“Karena kami tahu keluhan kalian, soalnya tahun lalu pupuk kita langka, jadi kami suarakan ke kementerian sehingga tahun ini kuota pupuk subsidi untuk Toba dilipatgandakan,” lanjutnya.

 

Untuk tahun 2024, kuota pupuk subsidi untuk Kabupaten Toba sebanyak 36.114 ton. Pupuk tersebut terdiri dari pupuk urea sebanyak 7.472 ton, pupuk NPK sebanyak 8.000 ton dan pupuk NPK Formula Khusus sebanyak 20.624 ton.

 

Keberadaan pupuk baik dari bantuan pemerintah melalui dana desa maupun pupuk subsidi diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian, utamanya di sektor pangan.

 

“Tadi saya ikuti rapat zoom bersama seluruh kepala daerah yang dipimpin oleh Pak Presiden. Dalam arahannya beliau sampaikan bahwa tahun 2050 diprediksi akan terjadi kelangkaan pangan. Jadi dari sekarang harus kita persiapkan,” lanjutnya.

 

Untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal, petani diharapkan tidak hanya bergantung pada pupuk, namun juga dapat menerapkan pola tanam 2 kali setahun.

 

“Saya pikir-pikir, apa yang bisa meningkatkan hasil panen kita, maka kita harus tanam dua kali dalam setahun. Kalau tidak bisa padi beruntun dua kali, maka kita tanam jagung sehabis panen padi,” sambungnya menyarankan.

#(Ze)#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tempo86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tambang Galian C Sumberejo Diduga Terkesan Adanya Pembiaran, Ketum BPI KPNPA RI: Menunggu Bencana Baru Ditindaklanjuti
Sinergi Polisi dan Pemuda: Polsek Sukolilo Laksanakan Siaga Bersama
Wamen Ossy Terima Penghargaan Baznas Award 2025
Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN Tekankan Pentingnya Komunikasi Publik Dalam Pengelolaan Pengaduan
Kementerian ATR/BPN Dorong Pendaftaran Tanah Ulayat di Luwu Timur untuk Beri Perlindungan bagi Masyarakat Hukum Adat
Kantah Kota Semarang Ikuti Bimtek Pemberdayaan Tanah Masyarakat, Dorong Akselerasi Reforma Agraria
Sosialisasi Pengadaan Tanah Tambahan Ruas Tol Semarang–Demak Seksi I: Dorong Pemahaman dan Partisipasi Masyarakat
Jadi Pembicara #DemiIndonesia, Menteri Nusron: Siap Menahan Laju Alih Fungsi Lahan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 14:36 WIB

Tambang Galian C Sumberejo Diduga Terkesan Adanya Pembiaran, Ketum BPI KPNPA RI: Menunggu Bencana Baru Ditindaklanjuti

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:51 WIB

Sinergi Polisi dan Pemuda: Polsek Sukolilo Laksanakan Siaga Bersama

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:48 WIB

Wamen Ossy Terima Penghargaan Baznas Award 2025

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:46 WIB

Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN Tekankan Pentingnya Komunikasi Publik Dalam Pengelolaan Pengaduan

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:43 WIB

Kementerian ATR/BPN Dorong Pendaftaran Tanah Ulayat di Luwu Timur untuk Beri Perlindungan bagi Masyarakat Hukum Adat

Berita Terbaru

Uncategorized

Persiapan Pemberangkatan 377 JCK 2026 di Matangkan Pemkab Rohul

Sabtu, 18 Apr 2026 - 04:31 WIB

Uncategorized

Kunjungan Kantor Pertanahan Wilayah BPN Jawa Tengah

Jumat, 17 Apr 2026 - 06:13 WIB

Uncategorized

Kantah Kab. Jepara Komitmen Memberikan Pelayanan Terbaik

Jumat, 17 Apr 2026 - 06:12 WIB