DUMAI (RIAU) TEMPO86.COM//Pembangunan lapangan basket yang hampir rampung dikerjakan kontraktor pelaksana CV Neo Civ Arch di Taman Bukit Gelanggang (TBG) sudah hampir selesai. Saat ini, lapangan sudah masuk tahap pengecatan lapangan dan akan memasang tiang papan pantul.(26/01/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para pekerja sudah melakukan pengecatan mulai dari garis lingkaran tengah, garis tengah, garis dalam lapangan basket, garis batas dan garis setengah lingkaran lemparan bebas. Cuman lapangan yang belum di cat.
Namun sayang, proyek bernilai RP. 459.834.953.51 Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Pemko Dumai tersebut diduga tak sesuai standard Federasi Bola Basket Internasional (FIBA).
Temuan Jurnalis, lapangan basket pada sisi Selatan tampak tidak rata. Terdapat genangan air di lapangan sisi Selatan usai hujan berhenti.
Padahal, menurut Peraturan permainan bola basket FIBA 2018, Peraturan Dua – Lapangan dan Perlengkapan Pasal 2.1 (Lapangan Permainan) berbunyi: “Lapangan permainan harus rata, memiliki permukaan keras, dan bebas dari segala sesuatu yang menghalangi dengan ukuran panjang 28 m dan lebar 15 m, yang diukur dari sisi dalam garis batas.
Kadis Pertanahan dan Tata Ruang lewat Kabid Cipta Karya Pak Youmi saat dikonfirmasi Jumat (24/1/2025) terkait temuan tersebut hingga berita sampai ke tangan pembaca belum menanggapi konfirmasi chat WA. Namun pengawas lapangan kontraktor pelaksana CV Neo Civ Arch, Ari Iwan saat dikonfirmasi lewat nomor 0853 7499 XXXX, Senin (27/1) sore, memberi respon via chat WA kepada Jurnalis.
“ya udah bsk biar saya cek bg ya”, bunyi chat WA Ari Iwan. Maksud Ari Iwan, besok Selasa (28/1) ia akan turun ke lapangan melakukan pengecekan.
Saat Jurnalis pertanyakan lebih lanjut, jika hasil cek lapangan Ari Iwan pada esok hari memang benar lapangan basket tersebut tidak rata dan tergenang air, apa tindakan selanjutnya, Ari Iwan menjawab; “besok aja pak kita jumpa di lapangan aja ya Pak. Maaf Pak, nih saya masih sibuk Pak”.
Akan halnya pihak kontraktor pelaksana CV Neo Civ Arch, Bang Edon menjawab konfirmasi lewat chat WA, “Nanti kita kasi tau yg mengerjakannya”.
“Kalau kami inginnya lapangan basket ya harus sesuai standard FIBA. Kalau tak rata, banyak faktor berpengaruh di lapangan. Bahkan bisa berpotensi mencederai kaki”, kata seorang atlet basket yang tak mau menyebutkan identitasnya, saat dimintai tanggapan.
Jika lapangan basket tidak rata, maka efeknya dalam permainan bisa signifikan. Pertama-tama, lapangan yang tidak rata bisa menyebabkan kesulitan bagi pemain dalam melakukan gerakan-gerakan yang memerlukan keseimbangan, seperti melakukan tembakan atau melakukan gerakan cepat
Selain itu, lapangan yang tidak rata juga bisa meningkatkan risiko cedera bagi pemain. Jika lapangan tidak rata, maka pemain bisa lebih mudah terjatuh atau tergelincir, yang bisa menyebabkan cedera.
Dalam peraturan resmi bola basket, lapangan permainan harus rata dan memiliki permukaan keras yang bebas dari segala sesuatu yang menghalangi.
Jadi, jika lapangan basket tidak rata, maka perlu dilakukan perbaikan sebelum permainan dimulai.
Dikutip dari Quora.com edisi 2 Juli 2021, lapangan basket tidak rata akan memberi efek negatif bagi atlet, yaitu; menghambat teknik menembak, kesulitan mengendalikan bola, potensi cedera dan penyesuaian atlet dikemudian hari saat bermain di lapangan datar.
Ketidaksesuaian lapangan basket dengan nomor SP: 14/SP/PBG/APBD-P/DIPERTARU-CK/XI/2024 dan berasal dari APBD-P Tahun Anggaran 2024 dengan konsultan pengawas Gatra Consultan tersebut agaknya perlu dikaji ulang sebelum serah terima dari CV Neo Civ Arch ke Dinas Petarung.
Apalagi mengingat tahun 2026 Kota Dumai adalah tuan rumah Porprov Riau. Bagaimana atlet basket Dumai bisa menuai prestasi kebanggaan 320 ribu masyarakat Dumai, jika lapangan basket yang dipakai sebagai tempat berlatih tak sesuai standard. Bahkan ada kemungkinan lapangan basket tersebut jika memang tak sesuai standard FIBA maka tidak akan dipakai dalam pertandingan Porprov Riau 2026.
Hmmm, apakah Dinas Petarung akan mau menerima lapangan basket tersebut nantinya? apakah pengawas lapangan Ari Iwan akan tetap mempertahankan kondisi lapangan demikian atau akan melakukan perombakan?jurnalis masih akan terus mengupdate informasi nya kepada pembaca.tunggu saja!!
(R.g).













