Setelah Hancurnya Sungai Batang Natal, Sekarang Menunggu Giliran Kehancuran Sungai Batang Gadis

- Penulis

Minggu, 31 Maret 2024 - 23:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

 

TEMPO86.COM |MANDAILING NATAL (SUMUT).>Kecamatan Batang Natal telah menjadi korban pelaku tambang ilegal, Pemda diduga Mandul dan tak berdaya, kondisi tersebut berlangsung sangat lama sekali hingga kondisi yang sama kini telah terjadi di Kotanopan.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terjadi penangkapan alat berat dan upaya penutupan kegiatannya tambang oleh pihak berwajib akhir – akhir ini.

 

” kita berharap aksi ini serius dan profesional” ujar Tan Gozali saat ditemui dikediamannya baru – baru ini.

Kotanopan ini merupakan kota pejuang dan kota literasi sejarah perjuangan Indonesia, jadi hendaklah pemda dituntut lebih serius dalam merawat dan menjaganya” sambung Tan Gozali Nasution.

 

Lelaki kelahiran desa Roburan yang akrab dikenal masyarakat dengan julukan Presiden IPM ini mengungkapkan Kotanopan sebagai kota pejuang kini telah berubah jadi, Kota yang disukai Eksafator dan toke – toke.

 

Dapat dikatakan jika Kotanopan berada diujung atau perbatasan provinsi Sumatera Utara – Sumatera Barat, Kotanopan juga dikenal dengan pegunungan dan sumber daya alamnya yang melimpah, mulai dari karet, kopi, beras, dan aneka tambang liar.

 

Sebagaimana fenomena yang muncul akhir – akhir ini, Kotanopan kembali membuat kejutan lagi, bumi Kotanopan ternyata menyimpan logam mulia yang kemudian menjadi masalah baru bagi masyarakat yang bermukim di sana.

 

Jati diri Kotanopan sebagai zona pahlawan dan zona literasi itupun kini mulai memudar, Kotanopan telah berubah jadi medan alat berat dan medan basah bagi pemeluk ambisius serakah dalam menguras kekayaan alam yang ada padanya.

 

Baca Juga:  Menteri Nusron Tegaskan Pentingnya Penyebarluasan Informasi Faktual oleh Jajaran Kementerian ATR/BPN

Ada fakta yang terlupakan bahwa dahulu Kotanopan juga dikenal sebagai kota pejuang. Karena kota ini melahirkan banyak pejuang kemerdekaan walaupun nama tokoh pejuang tersebut tidak tercatat dalam buku-buku sejarah RI.

 

Kotanopan juga menjadi tempat kelahiran Jenderal Besar A.H. Nasution dan H. Adam Malik berasal.

Tidak hanya itu, Kotanopan juga menjadi sebuah stasiun mantan misi Mennoite Belanda di Sumatera.

 

Di kecamatan ini, terdapat beberapa bangunan bersejarah yang menarik untuk dibahas. Kita sebut saja Pasanggrahan Kotanopan salah satunya.

 

Di depan Tugu Perintis kemerdekaan, terdapat Wisma Pasanggrahan yang menjadi kediaman Controleur Mandailing Natal pada masa kolonial Belanda.

 

Di tempat ini juga Presiden Soekarno mengadakan rapat akbar untuk mensosialisasikan kemerdekaan dan mengajak warga Sumatera untuk mempertahankan kemerdekaan pada tanggal 16 Juni 1945.

 

Pada bulan Juni 1948 pun Soekarno hadir kembali ke Kotanopan untuk menenangkan gejolak dan menyatukan rakyat di Sumatera yang ingin merdeka sendiri.

 

Dikatakan juga dahulu bahwa Wisma Pasanggarahan ini menjadi tempat rapat Belanda dengan Soekarno pada saat Soekarno berada di Sumatera.

 

Sampai saat ini, Pasanggrahan masih berdiri kokoh dan menjadi tempat penginapan para wisatawan dan tak menutup kemungkinan juga mereka (cukong / toke) yang merupakan pemodal tambang liar saat berkunjung ke Kotanopan.

 

Bangunannya megah khas Belanda dengan taman yang luas membuat wisma ini terlihat ikonik bersama dengan Tugu Perintis.

Pun disekitarnya ramai juga penampakan wajah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang berpotensi jadi masalah bangsa apabila tidak segera dicari solusinya.

 

(Red)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tempo86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tambang Galian C Sumberejo Diduga Terkesan Adanya Pembiaran, Ketum BPI KPNPA RI: Menunggu Bencana Baru Ditindaklanjuti
Sinergi Polisi dan Pemuda: Polsek Sukolilo Laksanakan Siaga Bersama
Wamen Ossy Terima Penghargaan Baznas Award 2025
Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN Tekankan Pentingnya Komunikasi Publik Dalam Pengelolaan Pengaduan
Kementerian ATR/BPN Dorong Pendaftaran Tanah Ulayat di Luwu Timur untuk Beri Perlindungan bagi Masyarakat Hukum Adat
Kantah Kota Semarang Ikuti Bimtek Pemberdayaan Tanah Masyarakat, Dorong Akselerasi Reforma Agraria
Sosialisasi Pengadaan Tanah Tambahan Ruas Tol Semarang–Demak Seksi I: Dorong Pemahaman dan Partisipasi Masyarakat
Jadi Pembicara #DemiIndonesia, Menteri Nusron: Siap Menahan Laju Alih Fungsi Lahan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 14:36 WIB

Tambang Galian C Sumberejo Diduga Terkesan Adanya Pembiaran, Ketum BPI KPNPA RI: Menunggu Bencana Baru Ditindaklanjuti

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:51 WIB

Sinergi Polisi dan Pemuda: Polsek Sukolilo Laksanakan Siaga Bersama

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:48 WIB

Wamen Ossy Terima Penghargaan Baznas Award 2025

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:46 WIB

Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN Tekankan Pentingnya Komunikasi Publik Dalam Pengelolaan Pengaduan

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:43 WIB

Kementerian ATR/BPN Dorong Pendaftaran Tanah Ulayat di Luwu Timur untuk Beri Perlindungan bagi Masyarakat Hukum Adat

Berita Terbaru

Uncategorized

Persiapan Pemberangkatan 377 JCK 2026 di Matangkan Pemkab Rohul

Sabtu, 18 Apr 2026 - 04:31 WIB

Uncategorized

Kunjungan Kantor Pertanahan Wilayah BPN Jawa Tengah

Jumat, 17 Apr 2026 - 06:13 WIB

Uncategorized

Kantah Kab. Jepara Komitmen Memberikan Pelayanan Terbaik

Jumat, 17 Apr 2026 - 06:12 WIB

Uncategorized

Kantah Kab. Jepara Gelar Monitoring Evaluasi

Jumat, 17 Apr 2026 - 06:10 WIB

Uncategorized

Rapat Koordinasi Tim Ajudikasi PTSL Kantah Kab. Jepara

Jumat, 17 Apr 2026 - 06:09 WIB