TEMPO86.com_, TAPSEL, Riuh tepuk tangan ratusan warga pecah di Lapangan Sarasi Bintuju, Kecamatan Angkola Muaratais, Jumat (22/5/2026), ketika Bupati Tapanuli Selatan, , melakukan tendangan bola pertama sebagai penanda resmi dibukanya Turnamen Sepak Bola GRIB Jaya Cup I.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turnamen yang diinisiasi DPC GRIB Jaya Tapanuli Selatan itu mempertemukan 24 klub terbaik se-Tabagsel (Tapanuli Bagian Selatan). Kompetisi ini bukan sekadar agenda olahraga tahunan, melainkan ruang pembinaan generasi muda sekaligus ajang memperkuat solidaritas sosial masyarakat melalui sepak bola.
Atmosfer pembukaan berlangsung semarak. Warga dari berbagai desa memadati sisi lapangan sejak siang hari. Di tengah sorak pendukung dan kibaran bendera klub, satu per satu pemain memasuki arena pertandingan dengan semangat kompetitif yang tinggi.
Pembukaan turnamen turut dihadiri Ketua DPC GRIB Jaya Tapsel sekaligus Anggota DPRD Tapsel Fraksi Partai Gerindra, , Ketua ASKAB PSSI Tapsel, , jajaran unsur pimpinan kecamatan, tokoh masyarakat, hingga aparat keamanan setempat.
Dalam laporannya, Eddy Arianto Hasibuan menegaskan bahwa GRIB Jaya Cup I lahir dari semangat kolaborasi untuk membangun olahraga daerah secara berkelanjutan.
“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu atas kepeduliannya yang luar biasa terhadap masyarakat. Beliau tidak hanya berkontribusi besar dalam pembangunan daerah, tetapi juga mendukung penuh kegiatan positif olahraga seperti GRIB CUP I ini,” ujar Eddy di hadapan peserta dan masyarakat yang hadir.
Menurut Eddy, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam membangkitkan kembali gairah kompetisi sepak bola lokal yang selama ini dinilai membutuhkan ruang pembinaan lebih luas.
Sebelum kick-off dimulai, tokoh masyarakat yang diwakili memimpin doa bersama. Doa itu dipanjatkan untuk keselamatan pemain, panitia, serta kelancaran seluruh rangkaian turnamen hingga selesai.
Turnamen GRIB Jaya Cup I disebut menjadi salah satu kompetisi sepak bola terbesar tingkat lokal di wilayah Tabagsel tahun ini. Selain menghadirkan persaingan antarklub, ajang tersebut juga diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit muda potensial yang nantinya dapat bersaing di level lebih tinggi.
Bagi masyarakat Angkola Muaratais, kehadiran turnamen ini menghadirkan denyut baru aktivitas sosial dan ekonomi warga. Sejumlah pedagang kecil tampak memadati area sekitar lapangan, memanfaatkan ramainya penonton yang datang dari berbagai wilayah.
Usai seremoni pembukaan, pertandingan perdana langsung mempertemukan Torpedo FC melawan PS Huta Tonga. Laga pembuka berlangsung sengit dan disaksikan antusias ratusan penonton yang terus memberi dukungan penuh bagi tim kebanggaan masing-masing.
Melalui GRIB Jaya Cup I, sepak bola diharapkan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi medium pembinaan karakter, sportivitas, dan persatuan generasi muda di kawasan Tapanuli Bagian Selatan.
#(TGL)#













