Konflik Tanah Ulayat di Rantau Kasai, Aktivitas PT RKG Lumpuh 3 Minggu

- Penulis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TEMPO86.com_, ROKAN HULU, Konflik lahan yang terjadi di wilayah Rantau Kasai kembali menjadi sorotan publik. Karyawan yang tergabung dalam PT Rantau Kasai Grup (RKG) mengaku tidak lagi dapat bekerja seperti biasa setelah lahan yang diklaim sebagai hak ulayat masyarakat Melayu Rantau Kasai diduga diambil paksa tanpa melalui jalur hukum.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi tersebut disampaikan salah seorang karyawan PT RKG yang enggan disebutkan namanya pada Jumat (22/5/2026).

 

Menurutnya, Karyawan Eks PT Torganda yang telah bergabung dalam PT Rantau Kasai Grup (RKG) merupakan perusahaan yang didirikan oleh seluruh persukuan Melayu Rantau Kasai bersama masyarakat setempat.

 

Namun saat ini, aktivitas perusahaan disebut lumpuh setelah lahan yang diklaim sebagai tanah ulayat masyarakat Melayu Rantau Kasai diduga dikuasai oleh pihak PT Agrinas Palma Nusantara bersama Ormas Harimau Luhak Tambusai tanpa proses hukum yang jelas ujarnya.

Baca Juga:  Pelayanan Terbuka, Samsat Pati Serap Aspirasi Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

 

“Sudah sekitar tiga minggu kami tidak bisa bekerja. Kondisi ini membuat masyarakat dan para pekerja sangat dirugikan,” ungkap sumber tersebut.

 

Ia juga menyebutkan bahwa konflik tersebut telah menimbulkan korban luka di lapangan. Hingga kini, laporan terkait insiden itu disebut belum menemukan titik terang.

 

Masyarakat Melayu Rantau Kasai dan para pekerja PT RKG berharap adanya perhatian serius dari pemerintah serta aparat penegak hukum agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara adil dan sesuai aturan hukum yang berlaku jelasnya.

 

Mereka juga meminta agar situasi di lapangan segera kondusif sehingga aktivitas masyarakat dan pekerja dapat kembali berjalan normal ungkapnya.

 

(M.Taufik)#

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tempo86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Upacara HUT RI berpindah ke museum Tanjung pura,ini kata camat Reza.
𝐑𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐛𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭, 𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐀𝐧𝐭𝐨𝐧 𝐃𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐧𝐲𝐚𝐥𝐮𝐫𝐚𝐧 𝟏𝟔𝟎𝟎 𝐓𝐨𝐧 𝐁𝐞𝐫𝐚𝐬 𝐓𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐒𝐚𝐬𝐚𝐫𝐚𝐧.
Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat
Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah
Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional
Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat
Cerita Masyarakat Urus Balik Nama Sertipikat Sebelum Pemberlakukan Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari
Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Upacara HUT RI berpindah ke museum Tanjung pura,ini kata camat Reza.

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:45 WIB

𝐑𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐛𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭, 𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐀𝐧𝐭𝐨𝐧 𝐃𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐧𝐲𝐚𝐥𝐮𝐫𝐚𝐧 𝟏𝟔𝟎𝟎 𝐓𝐨𝐧 𝐁𝐞𝐫𝐚𝐬 𝐓𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐒𝐚𝐬𝐚𝐫𝐚𝐧.

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:44 WIB

Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:42 WIB

Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:41 WIB

Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Berita Terbaru

Uncategorized

Upacara HUT RI berpindah ke museum Tanjung pura,ini kata camat Reza.

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:22 WIB