Demak, Tempo86.com- Banjir yang disebabkan oleh jebolnya tanggul Kali Lusi Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, telah mengakibatkan lumpuhnya akses jalan antara Kudus dan Demak. Kejadian ini menimbulkan dampak serius bagi masyarakat yang mengandalkan jalan tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
Banjir yang melanda wilayah sekitar Kudus dan Demak telah menutup akses jalan utama yang menghubungkan kedua kota tersebut. Sejumlah kendaraan terjebak di tengah-tengah genangan air yang cukup dalam, menyebabkan kemacetan parah dan menyulitkan aktivitas transportasi.
Dikutip dari media Antara, banjir yang disebabkan oleh meluapnya air sungai dan jebolnya tanggul sungai telah menyebabkan peningkatan jumlah desa terdampak, dari sebelumnya 25 desa menjadi 44 desa yang tersebar di delapan kecamatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kedelapan kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Demak ada tiga kelurahan, Sayung ada 12 desa, Mranggen lima desa, Karangawen empat desa, Dempet lima desa, Karanganyar dua desa, Wonosalam satu desa, dan Guntur ada 12 desa,” kata Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak M. Agus Nugroho Luhur P di Demak, Sabtu.
Air sungai yang meluap kemudian merendam sebagian besar area sekitar jalan, termasuk pemukiman penduduk dan lahan pertanian.
Warga sekitar yang terdampak langsung oleh banjir ini dilaporkan melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi. Beberapa rumah dan lahan pertanian juga dilaporkan rusak akibat genangan air yang cukup tinggi.
Sementara itu, para pengguna jalan diimbau untuk mencari rute alternatif dan tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. Pihak berwenang juga mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain-main dengan air banjir dan tetap mengikuti petunjuk evakuasi jika diperlukan.
Banjir akibat jebolnya tanggul Kali Lusi telah mengakibatkan lumpuhnya akses jalan utama antara Kudus dan Demak. Pihak berwenang terus berupaya untuk menangani situasi ini dengan cepat dan efektif demi meminimalkan dampak yang ditimbulkan. (Dg)













