Desa Perbatasan Toba-Asahan Dapat Anggaran Rp 13,4 Miliar, Tokoh Pemuda: Kami Merdeka!

- Penulis

Senin, 18 Maret 2024 - 03:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

 

TEMPO86.COM |BALIGE TOBA (SUMUT) Desa Meranti Timur di Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba dipastikan akan mendapat kucuran dana sebesar Rp 13,4 Miliar untuk perbaikan jalan rusak di desa itu.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Toba, Poltak Sitorus saat kunjungan kerjanya ke desa itu pada Minggu (17/03/2024) yang didampingi oleh Sekretaris Daerah, Augus Sitorus, Ketua TP PKK Kabupaten Toba, Ny.Rita Marlina Poltak Sitorus, Plt. Kadis PUTR Toba Sofian Sitorus dan sejumlah pimpinan OPD lainnya.

 

“Jadi sengaja saya bawa kadis PUTR, nanti bisa kalian tanyakan langsung sama beliau,”tuturnya kepada masyarakat Desa Meranti Timur.

 

“Jadi tahun ini jalan ini akan kita perbaiki. Tahun akan selesai,” lanjutnya meyakinkan masyarakat.

Pernyataan ini langsung disambut tepuk tangan masyarakat yang memang sudah puluhan tahun merindukan perbaikan jalan ke desa mereka.

 

Menanggapi penempatan anggaran ini, tokoh pemuda dari desa itu, Alex Zetro Siagian hanya berucap singkat. “Akhirnya kami merdeka,”tuturnya singkat.

 

Alex menegaskan bahwa sejak nomenklatur Desa Meranti Timur diterbitkan, inilah proyek pembangunan terbesar yang pernah mereka nikmati. “Sulit mencari jalan yang bagus di desa kami, ini adalah kerinduan seluruh masyarakat di desa ini,” lanjut pria berusia 32 tahun ini.

 

Menurut Alex, selama ini harga hasil tani dari desanya selalu di bawah harga pasar karena kondisi jalan yang selalu rusak parah. Terlebih mayoritas masyarakat di desa itu adalah petani kelapa sawit sejak tahun 1990.

Baca Juga:  Kantah Kota Semarang Ikuti Rapat Persiapan Pemeriksaan BPK atas Program One Map Project

 

“Jika saya rata-ratakan, hasil sawit dari desa ini mencapai hingga 50 ton per hari sejak tahun 1990. Bahkan sejak tahun 2010 sampai saat ini, hasil sawit dari desa ini sudah di atas 100 ton per hari. Selama ini harga sawit kami selalu lebih murah 30 rupiah karena kondisi jalan rusak,” Alex melanjutkan.

 

Dari hasil itu, Alex membeberkan perhitungan kerugian para petani sawit di desanya akibat kondisi jalan rusak. “Bayangkan kerugian kami 30 rupiah per kilogram. Dengan hasil 50 ton per hari, maka kami mengalami kerugian hingga setengah miliar per tahun. Kerugian ini berlangsung selama 32 tahun, artinya kerugian kami hanya karena kondisi jalan rusak sudah mencapai hingga 17 miliar lebih,”tuturnya menyampaikan kerugian petani sawit di desanya.

 

Dengan terwujudnya perbaikan jalan tersebut tahun 2024 ini, Alex Zetro Siagian menyampaikan terimakasih untuk pemerintah.

 

“Tidak ada kata lain selain terimakasih. Saya yakin bukan hanya saya, tetapi seluruh masyarakat Desa Meranti Timur pasti menyampaikan hal yang sama,”sebutnya.

 

Dari pantauan di desa itu, jalan menuju Desa Meranti Timur harus melalui daerah Kabupaten Asahan. Terdapat sepanjang kurang lebih 5 kilometer jalan menuju desa ini tampak rusak dan kupak-kapik.

(Tim)*

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tempo86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tambang Galian C Sumberejo Diduga Terkesan Adanya Pembiaran, Ketum BPI KPNPA RI: Menunggu Bencana Baru Ditindaklanjuti
Sinergi Polisi dan Pemuda: Polsek Sukolilo Laksanakan Siaga Bersama
Wamen Ossy Terima Penghargaan Baznas Award 2025
Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN Tekankan Pentingnya Komunikasi Publik Dalam Pengelolaan Pengaduan
Kementerian ATR/BPN Dorong Pendaftaran Tanah Ulayat di Luwu Timur untuk Beri Perlindungan bagi Masyarakat Hukum Adat
Kantah Kota Semarang Ikuti Bimtek Pemberdayaan Tanah Masyarakat, Dorong Akselerasi Reforma Agraria
Sosialisasi Pengadaan Tanah Tambahan Ruas Tol Semarang–Demak Seksi I: Dorong Pemahaman dan Partisipasi Masyarakat
Jadi Pembicara #DemiIndonesia, Menteri Nusron: Siap Menahan Laju Alih Fungsi Lahan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 14:36 WIB

Tambang Galian C Sumberejo Diduga Terkesan Adanya Pembiaran, Ketum BPI KPNPA RI: Menunggu Bencana Baru Ditindaklanjuti

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:51 WIB

Sinergi Polisi dan Pemuda: Polsek Sukolilo Laksanakan Siaga Bersama

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:48 WIB

Wamen Ossy Terima Penghargaan Baznas Award 2025

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:46 WIB

Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN Tekankan Pentingnya Komunikasi Publik Dalam Pengelolaan Pengaduan

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:43 WIB

Kementerian ATR/BPN Dorong Pendaftaran Tanah Ulayat di Luwu Timur untuk Beri Perlindungan bagi Masyarakat Hukum Adat

Berita Terbaru

Uncategorized

Persiapan Pemberangkatan 377 JCK 2026 di Matangkan Pemkab Rohul

Sabtu, 18 Apr 2026 - 04:31 WIB

Uncategorized

Kunjungan Kantor Pertanahan Wilayah BPN Jawa Tengah

Jumat, 17 Apr 2026 - 06:13 WIB

Uncategorized

Kantah Kab. Jepara Komitmen Memberikan Pelayanan Terbaik

Jumat, 17 Apr 2026 - 06:12 WIB

Uncategorized

Kantah Kab. Jepara Gelar Monitoring Evaluasi

Jumat, 17 Apr 2026 - 06:10 WIB

Uncategorized

Rapat Koordinasi Tim Ajudikasi PTSL Kantah Kab. Jepara

Jumat, 17 Apr 2026 - 06:09 WIB