TEMPO86.com_, PADANGSIDIMPUAN, Pagi di kampus Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan terasa berbeda, Senin (16/3/2026). Ratusan civitas akademika berkumpul di halaman kampus di Jalan Padangsidimpuan, Panyabungan, Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan. Mereka menunggu kedatangan rektor baru, Sumper Mulia Harahap.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika kendaraan yang membawa sang rektor tiba di gerbang kampus, suasana langsung hidup. Sambutan adat digelar. Sumper Mulia Harahap bersama istrinya kemudian menaiki sado kereta kuda tradisional menuju Gedung Rektorat yang berjarak sekitar 300 meter dari pintu masuk kampus.
Prosesi sederhana itu terasa simbolik: perjalanan singkat menuju babak kepemimpinan baru di kampus Islam negeri yang tengah berkembang di wilayah Tapanuli bagian selatan.
Di Gedung Rektorat, sejumlah tokoh akademik yang pernah memimpin kampus tersebut turut hadir. Di antaranya Ketua STAIN periode 2002–2006 Agus Salim Daulay, Rektor UIN Syahada periode 2018–2022 Ibrahim Siregar, serta Rektor periode 2022–2026 Muhammad Darwis Dasopang.
Prosesi adat berlanjut dengan pengulosan kepada rektor baru oleh Muhammad Darwis Dasopang. Setelah itu, Sumper Mulia Harahap bersama istri diarahkan menuju ruang rektor untuk beristirahat sejenak sebelum mengikuti acara pisah sambut yang digelar di Aula Rektorat lantai II.
Bagi civitas akademika, penyambutan ini bukan sekadar seremoni. Kepala Bagian Umum dan Akademik UIN Syahada, Ratonggi Hasibuan, mengatakan momentum tersebut menjadi simbol harapan baru bagi kampus.
“Penyambutan ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus harapan besar civitas akademika terhadap kepemimpinan yang baru,” ujarnya.
Menurut Ratonggi, seluruh tenaga kependidikan siap mendukung kebijakan rektor baru, terutama dalam penguatan tata kelola, pelayanan administrasi, dan peningkatan kualitas akademik.
“Kami berharap di bawah kepemimpinan Prof. Sumper Mulia Harahap, UIN Syahada dapat terus berkembang, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Penyambutan dengan sado dan ulos pagi itu seakan menjadi pengingat: tradisi tetap dijaga, sementara harapan terhadap masa depan kampus terus bergerak maju.
#(TGL) #













