Rehabilitasi Dan Pemeliharaan Jembatan Krasak Di wilayah Kecamatan Bongas Tanpa Pengawas “

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu – Tempo86. com,
Pembangunan jalan dan jembatan sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat, hal ini untuk menunjang kegiatan mereka sehari hari yaitu untuk kelancaran perdagangan dan mengangkut hasil bumi mereka,untuk itu Demi memudahkan mobilisasi dan roda perekonomian masyarakat yang melalui jembatan Krasak yang beradadi wilayah bongas, dinas PUPR melalui penyedia jasa CV. Lintang terang tenajar melakukan pemeliharaan rutin dengan membongkar total jembatan Krasak yang sudah rusak dengan dana anggaran dari APBD dengan nilai pagu senilai tiga ratus sembilan puluh tujuh juta tiga ratus lima puluh empat ribu rupiah ( Rp. 397.354.000,-)

Dari pantauan Tempo86, tampak para pekerja sedang membongkar badan jembatan yang sudah rusak, namun sangat disayangkan tidak adanya pelaksana lapangan dari pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut maupun pengawas dari dinas PUPR yang mendampingi para pekerja, mestinya dengan anggaran sebesar itu pengawas dari kontraktor juga dari dinas terkait harus selalu mengawasi pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat itu,agar pekerjaan itu sesuai dengan RAB dan sesuai rencana hari kerja.

Baca Juga:  Kejuaraan Tarkam Kabupaten Indramayu Resmi Di buka Oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Indramayu "

Dinas PUPR yang menangani dan pemberi pekerjaan itu harus tegas mengawasi proyek tersebut agar tidak adanya kecurangan dari pihak kontraktor bersangkutan sehingga tidak merugikan uang negara karena dana tersebut dikumpulkan berasal dari uang masyarakat melalui bayar pajak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pemerhati pembangunan indramayu yang juga mantan kontraktor, supriyanto (56 th) menanggapi dengan serius kepada Tempo86, dirinya merasa prihatin dengan pengerjaan proyek jalan maupun jembatan yang dikerjakan oleh penyedia jasa yang mengerjakannya tidak sesuai konstruksi dan cenderung mengambil keuntungan yang besar dan tidak adanya pengawasan dilapangan.
” Masyarakat harus dapat mengawasi dan berani melaporkan secara resmi kepada dinas terkait, “tegas supriyanto.

Tmp86/sucipto/red.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tempo86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PMI Asal Indramayu Diduga Jadi Korban TPPO, Negara Harus Hadir Tangkap Dan Hukum Mati Yang Menjual Bangsa Sendiri
Proyek Pikir DPRD Kabupaten Indramayu Amburadul Dan Diduga Adanya jual Beli Proyek
Proyek Betonisasi Jalan Desa Karanganyar Yang Dikerjakan CV.Nanda Putra Diduga Asal Asalan.Tak Sesuai Spek,Baru Sehari Sudah Retak.
Mengantisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Mahasiswa KKN Unwir Kolaborasi Damkar Indramayu Mengudukasi Warga Sliyeg
Forum masyarakat kritis soroti kerugian negara sebesar Rp.263 juta di dinas perikanan Langkat.
Silaturahmi dengan Anggota DPRD Jabar, PPIB Utarakan Nasib Pedagang Sport Center Indramayu
Forum Dan Komunitas Pers di Indramayu Sebanyak 14 Ketua Organisasi Akan Selalu Solid di Bawah Naungan FKJI
Siap Perkuat Kaderisasi Dan Bersinergi Dengan Pembangunan Daerah, Secara Aklamasi! Ramadhan Listio Wimana Pimpin MPC.Pemuda Pancasila Kabupaten Indramayu,
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 10:20 WIB

PMI Asal Indramayu Diduga Jadi Korban TPPO, Negara Harus Hadir Tangkap Dan Hukum Mati Yang Menjual Bangsa Sendiri

Jumat, 11 September 2026 - 01:11 WIB

Proyek Pikir DPRD Kabupaten Indramayu Amburadul Dan Diduga Adanya jual Beli Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Proyek Betonisasi Jalan Desa Karanganyar Yang Dikerjakan CV.Nanda Putra Diduga Asal Asalan.Tak Sesuai Spek,Baru Sehari Sudah Retak.

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:41 WIB

Mengantisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Mahasiswa KKN Unwir Kolaborasi Damkar Indramayu Mengudukasi Warga Sliyeg

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Forum masyarakat kritis soroti kerugian negara sebesar Rp.263 juta di dinas perikanan Langkat.

Berita Terbaru