Indramayu – Tempo86. com,
Program makan bergizi gratis yang di canangkan presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan merupakan satu program unggulan pemerintahnya yang bertujuan untuk memberikan asupan gizi bagi anak anak di seluruh wilayah Indonesia, sejak berjalannya program tersebut banyak terjadi penolakan dari kelompok masyarakat dan mahasiswa hingga melakukan aksi unjuk rasa akhir akhir ini, apa lagi diketahui kepala MBG pusat dan teamnya telah melakukan korupsi yang merugikan negara.
Mereka menuntut pemerintah untuk mengkaji ulang dan menghentikan program tersebut dengan alasan banyak terjadi penyimpangan bahkan menjadi lahan korupsi baru ditengah tengah kesulitan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Kenyataan dilapangan, satuan pelaksana pemenuhan gizi ( SPPG) banyak yang nakal dan tidak memenuhi standar gizi nasional yang telah di tetapkan, banyak makanan yang dikirim terjadi penolakan oleh siswa sekolah, salah satunya yang terjadi di sekolah menengah pertama negeri Sindang Indramayu, mereka tidak mau memakan makanan yang dikirim oleh SPPG.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut staf TU SMP negeri unggulan Sindang yang tidak mau di sebutkan namanya, kepada Tempo86 mengatakan kalau kejadian serupa sering terjadi, siswa siswi menolak dan tidak mau memakan makanan yang dikirim,karena menurut mereka seringkali makanannya sudah berbau dan lauknya tidak berasa alias tawar.
, ” Daripada makanan yang sudah dikirim oleh anak anak nggak mau di makan, maka makanan itu dibungkus dan di bawa pulang oleh guru guru dan staff kami, ” Ujarnya.
Salah satu murid kelas tujuh,Galih (13th) kepada Tempo86 membenarkan, kalau makanan yang dikirim seringkali di tolak dan tidak dimakan.
, ” makanannya nggak enak dan tidak mengundang selera Om, ” Katanya polos.
Tmp86/sucipto/red.





