Pemerintahan Lucky Hakim – Saefuddin Diduga Tidak Ada Keberpihakan Terhadap Kesusahan Masyarakatnya “

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu – Tempo86. com,
Masyarakat Indramayu merasa dibohongi dengan janji janji politik bupati dan wakil bupatinya untuk berusaha mensejahterakan masyarakatnya, tapi kenyataannya segala kesusahan dan penderitaan yang dihadapi ditengah tengah masyarakat tidak pernah didengarkan dan dihadapi seperti yang terjadi pada hari kamis tanggal 2 april 2026 pada unjuk rasa komunitas masyarakat pesisir Indramayu (KOMPI) kemarin, yang berujung pengrusakan fasilitas umum di alun alun Indramayu dan bupati lucky hakim dengan kepongahaannya menuntut ganti rugi atas kerusakan yang terjadi dan akan menempuh jalur hukum.

Entah benar atau salah menurut rumor yang beredar, pada saat unjuk rasa kemarin bupati lucky hakim ada di tempat hal tersebut di tegaskan oleh H. Juhadi sebagai pembina Kompi kepada awak media pada saat audensi dengan ketua DPRD kabupaten indramayu, Dra. Nurhayati S. Pd. I dan para Anggota Fraksi.
, ” Masyarakat aksi unjuk rasa berharap mau ketemu bupati tapi tidak di indahkan di katakan bupati tidak ada di pendopo padahal ada, ini membuat masyarakat sakit hati dan terjadilah insiden tersebut, ” Tegas H. Juhadi.

Baca Juga:  "Om Bob : Jangan Takut Melapor Jika Merasa Dirugikan.?!

Pada senin sore tanggal 6 april 2026,setelah aspirasinya menolak revitalisasi diterima, Kompi bergerak menuju pendopo kabupaten Indramayu untuk menyerahkan koin koin yang sudah dikumpulkan para petani tambak untuk ganti rugi kerusakan fasilitas umum yang dituntut bupati indramayu disaksikan puluhan wartawan yang meliput.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pemerhati pembangunan Indramayu dan juga tokoh masyarakat Indramayu, Akhmad bachtiar kepada tempo86 menyatakan keprihatinannya dengan insiden kemarin dan juga dengan kondisi masyarakat Indramayu sekarang ini.
, ” Mestinya sebagai kepala daerah harus peka dan peduli dengan kesusahan dan penderitaan yang di alami masyarakatnya dan harus membantunya sampai masalahnya selesai, ” Ujarnya.
Tmp86/sucipto/Redaksi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tempo86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PMI Asal Indramayu Diduga Jadi Korban TPPO, Negara Harus Hadir Tangkap Dan Hukum Mati Yang Menjual Bangsa Sendiri
Proyek Pikir DPRD Kabupaten Indramayu Amburadul Dan Diduga Adanya jual Beli Proyek
Proyek Betonisasi Jalan Desa Karanganyar Yang Dikerjakan CV.Nanda Putra Diduga Asal Asalan.Tak Sesuai Spek,Baru Sehari Sudah Retak.
Mengantisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Mahasiswa KKN Unwir Kolaborasi Damkar Indramayu Mengudukasi Warga Sliyeg
Forum masyarakat kritis soroti kerugian negara sebesar Rp.263 juta di dinas perikanan Langkat.
Silaturahmi dengan Anggota DPRD Jabar, PPIB Utarakan Nasib Pedagang Sport Center Indramayu
Forum Dan Komunitas Pers di Indramayu Sebanyak 14 Ketua Organisasi Akan Selalu Solid di Bawah Naungan FKJI
Siap Perkuat Kaderisasi Dan Bersinergi Dengan Pembangunan Daerah, Secara Aklamasi! Ramadhan Listio Wimana Pimpin MPC.Pemuda Pancasila Kabupaten Indramayu,
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 10:20 WIB

PMI Asal Indramayu Diduga Jadi Korban TPPO, Negara Harus Hadir Tangkap Dan Hukum Mati Yang Menjual Bangsa Sendiri

Jumat, 11 September 2026 - 01:11 WIB

Proyek Pikir DPRD Kabupaten Indramayu Amburadul Dan Diduga Adanya jual Beli Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Proyek Betonisasi Jalan Desa Karanganyar Yang Dikerjakan CV.Nanda Putra Diduga Asal Asalan.Tak Sesuai Spek,Baru Sehari Sudah Retak.

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:41 WIB

Mengantisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Mahasiswa KKN Unwir Kolaborasi Damkar Indramayu Mengudukasi Warga Sliyeg

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Forum masyarakat kritis soroti kerugian negara sebesar Rp.263 juta di dinas perikanan Langkat.

Berita Terbaru