Indramayu – Tempo86. com,
Masyarakat Indramayu merasa dibohongi dengan janji janji politik bupati dan wakil bupatinya untuk berusaha mensejahterakan masyarakatnya, tapi kenyataannya segala kesusahan dan penderitaan yang dihadapi ditengah tengah masyarakat tidak pernah didengarkan dan dihadapi seperti yang terjadi pada hari kamis tanggal 2 april 2026 pada unjuk rasa komunitas masyarakat pesisir Indramayu (KOMPI) kemarin, yang berujung pengrusakan fasilitas umum di alun alun Indramayu dan bupati lucky hakim dengan kepongahaannya menuntut ganti rugi atas kerusakan yang terjadi dan akan menempuh jalur hukum.
Entah benar atau salah menurut rumor yang beredar, pada saat unjuk rasa kemarin bupati lucky hakim ada di tempat hal tersebut di tegaskan oleh H. Juhadi sebagai pembina Kompi kepada awak media pada saat audensi dengan ketua DPRD kabupaten indramayu, Dra. Nurhayati S. Pd. I dan para Anggota Fraksi.
, ” Masyarakat aksi unjuk rasa berharap mau ketemu bupati tapi tidak di indahkan di katakan bupati tidak ada di pendopo padahal ada, ini membuat masyarakat sakit hati dan terjadilah insiden tersebut, ” Tegas H. Juhadi.
Pada senin sore tanggal 6 april 2026,setelah aspirasinya menolak revitalisasi diterima, Kompi bergerak menuju pendopo kabupaten Indramayu untuk menyerahkan koin koin yang sudah dikumpulkan para petani tambak untuk ganti rugi kerusakan fasilitas umum yang dituntut bupati indramayu disaksikan puluhan wartawan yang meliput.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut pemerhati pembangunan Indramayu dan juga tokoh masyarakat Indramayu, Akhmad bachtiar kepada tempo86 menyatakan keprihatinannya dengan insiden kemarin dan juga dengan kondisi masyarakat Indramayu sekarang ini.
, ” Mestinya sebagai kepala daerah harus peka dan peduli dengan kesusahan dan penderitaan yang di alami masyarakatnya dan harus membantunya sampai masalahnya selesai, ” Ujarnya.
Tmp86/sucipto/Redaksi.













