Indramayu – Tempo86. com, Sebagai bentuk rasa ketidak puasan masyarakat dalam seleksi bacalwu yang di nilai ada ketidak adilan, Sekira seratusan masa dari 17 desa berunjuk rasa di depan pendopo Indramayu, mereka menuntut transparansi nilai ketika seleksi calon kuwu ( kepala desa) dalam test tertulis maupun wawancara yang pada waktu itu di laksanakan di Universitas wiralodra dan menuntut agar pemilihan kuwu di undur atau ditangguhkan sampai persoalan di 17 desa selesai, mereka juga menduga ada ketidakadilan dalam seleksi tersebut.

Aksi tersebut merupakan imbas dari ketidak puasan masarakat dalam pertemuan tanggal 24 nopember 2025 diruang pertemuan di Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa ( DPMD), pada waktu pertemuan itu sempat diwarnai kericuhan dan tidak ada titik temu, masing masing pihak saling mempertahankan argumen, baik panitia pilwu maupun bakal calon.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut pelaksana tugas ( PLT) kepala DPMD kabupaten Indramayu, Kadmidi kepada awak media di ruangannya menjelaskan, kalau tahapan pendaftaran dan seleksi sesuai aturan dan sesuai regulasi yang ada sesuai undang undang desa dan peraturan bupati. ” Jadi nggak ada masalah, sesuai regulasi yang ada, untuk tuntutan pilwu diundur atau ditangguhkan, kita tetap melaksanakan sesuai jadwal, “tegas Kadmidi.
Kordinator aksi yang juga salah seorang bakal calon kuwu dari desa patrol, akhmad menjelaskan kepada tempo86, kami datang kesini tidak lain untuk menuntut keterbukaan nilai yang di dapat dari test tertulis dan wawancara dan memohon kepada panitia pemilihan kuwu untuk pilwu di 17 desa di tangguhkan. , ” Tolonglah hargai hak kami dan yang jelas dan pasti jawabannya, ” Ujar akhmad.
Sampai berita ini ditayangkan, belum ada titik temu antara sekretaris daerah, Aep surahman dengan 20 perwakilan unjuk rasa.
Tmp86/sucipto/red.













