“Banyaknya Pengaduan Dari Masyarakat, Bupati Indramayu Mengunjungi Kantor PDAM Tirta Dharma Ayu Bertemu Seluruh Direksi”

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu – Tempo86. com, Bupati Indramayu, lucky hakim melakukan kunjungan ke kantor pusat perusahaan daerah air minum tirta Dharma ayu,sehubungan dengan begitu banyaknya pengaduan dari masyarakat terkait kualitas air yang keruh dan tidak lancarnya pasokan air dibeberapa wilayah kecamatan bahkan ada yang mengalami mati total selama satu minggu kemarin. Sebagai pemilik modal, Bupati Indramayu ingin mengetahui secara langsung kepada Direktur Utama tentang permasalahan yang sudah berkembang dikalangan awak media dan medsos yang tiada henti hentinya memberitakan keluhan keluhan masyarakat indramayu. Senin (30/3/26).

 

Dalam kesempatan sesi audensi diruang aula PDAM di lantai dua,tampak hadir dan mendampingi bupati, Asda 2,Asep abdul mukti ,kepala Dinas kominfo, Suwenda dan seluruh Direksi PDAM yang di pimpin langsung Direktur utama, Nurpan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dihadapan para awak media, bupati Indramayu, lucky hakim melayangkan beberapa pertanyaan kepada Direktur utama terkait persoalan yang muncul di tengah tengah masyarakat saat ini. Dengan lugas dan penuh percaya diri, Nurpan menjawab semua pertanyaan yang diajukan bupati,dirinya akan berusaha memenuhi tuntutan masyarakat dengan sebaik baiknya. , ” Saya akan bekerja sama dengan pihak swasta untuk menambah pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, ” Ujarnya.

Baca Juga:  Kantor Pertanahan Kota Semarang Ikuti Sosialisasi Penggunaan Aplikasi KKP Konsolidasi Tanah untuk Penerbitan Sertipikat Elektronik

 

Berdasarkan pantauan Tempo86 di lapangan, desa Sindang kecamatan Sindang salah satunya yang mengalami gangguan pasokan air bersih dari PDAM dan selama satu minggu ini tidak jalan alias mati, salah seorang warga ,aris(45th) kepada tempo86 mengungkapkan kekesalannya karena sudah satu minggu ini keluarganya susah mendapatkan air minum dan untuk mandi karena kran airnya mati. , ” Kami masyarakat di sini akan beramai ramai memboikot pembayaran tagihan PDAM sebelum semuanya normal kembali, ” Tegasnya.

 

Tmp86/sucipto/red.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tempo86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PMI Asal Indramayu Diduga Jadi Korban TPPO, Negara Harus Hadir Tangkap Dan Hukum Mati Yang Menjual Bangsa Sendiri
Proyek Pikir DPRD Kabupaten Indramayu Amburadul Dan Diduga Adanya jual Beli Proyek
Proyek Betonisasi Jalan Desa Karanganyar Yang Dikerjakan CV.Nanda Putra Diduga Asal Asalan.Tak Sesuai Spek,Baru Sehari Sudah Retak.
Mengantisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Mahasiswa KKN Unwir Kolaborasi Damkar Indramayu Mengudukasi Warga Sliyeg
Forum masyarakat kritis soroti kerugian negara sebesar Rp.263 juta di dinas perikanan Langkat.
Silaturahmi dengan Anggota DPRD Jabar, PPIB Utarakan Nasib Pedagang Sport Center Indramayu
Forum Dan Komunitas Pers di Indramayu Sebanyak 14 Ketua Organisasi Akan Selalu Solid di Bawah Naungan FKJI
Siap Perkuat Kaderisasi Dan Bersinergi Dengan Pembangunan Daerah, Secara Aklamasi! Ramadhan Listio Wimana Pimpin MPC.Pemuda Pancasila Kabupaten Indramayu,
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 10:20 WIB

PMI Asal Indramayu Diduga Jadi Korban TPPO, Negara Harus Hadir Tangkap Dan Hukum Mati Yang Menjual Bangsa Sendiri

Jumat, 11 September 2026 - 01:11 WIB

Proyek Pikir DPRD Kabupaten Indramayu Amburadul Dan Diduga Adanya jual Beli Proyek

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Proyek Betonisasi Jalan Desa Karanganyar Yang Dikerjakan CV.Nanda Putra Diduga Asal Asalan.Tak Sesuai Spek,Baru Sehari Sudah Retak.

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:41 WIB

Mengantisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Mahasiswa KKN Unwir Kolaborasi Damkar Indramayu Mengudukasi Warga Sliyeg

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Forum masyarakat kritis soroti kerugian negara sebesar Rp.263 juta di dinas perikanan Langkat.

Berita Terbaru